Rabu, 24 Juli 2019 | 14:06:22 WIB

Hina Institusi Polri, Seorang Pegawai ASN di Sidangkan di Pengadilan

Kamis, 24 Januari 2019 | 23:21 WIB
Hina Institusi Polri, Seorang Pegawai ASN di Sidangkan di Pengadilan

Suasana sidang soal penghinaan institusi polri di sidangkan di Pengadilan Negeri Tobelo, Halut, Kamis (24/1/2019). (FOTO: JEFRI/LINDO)

HALUT, LINDO - Sidang lanjutan perkara Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang berlangsung di Pengadilan Negeri Halut dengan terdakwa oknum pegawai negeri sipil (PNS) Muhammad Kacoa. Sidang dipimpin oleh hakim tunggal Martha Maitimu, sementara jaksa penuntut dari Kejari Halut Rogert Hermusa.

Sidang yang digelar pada Kamis (24/1/2019) itu mengagendakan pemeriksaan dua saksi  yaitu Dominggus Nanlohi, warga Desa Daru, Kecamatan Kao Utara (mantan Camat Kao) dan Nur Inaya. Kedua saksi sangat kenal dengan terdakwa dan memberikan keterangan pada penyidik mengakui bahwa  tidak pernah memberikan  komentar di akun facebook milik  terdakwa.

Terdakwa mengakui perbuatannya melakukan postingan menghina institusi polri, tapi terdakwa menyampaikan bahwa postinganya itu hanya spontan saat melihat gambar di facebook soal pemekulan yang dilakukan oleh polisi terhadap massa aksi HMI di Jakarta yang berujung pada kematian oknum mahasiswa itu.

Sidang di tunda sampai dengan tanggal 7 Februari 2019 dengan agenda tuntutan dari jaksa penuntut. Jaksa penuntut pernah memintah saksi Ahli Bahasa Prof Dr Wahyu Widodo, dosen Universitas Nasional Jakarta (UNJ), namun tidak dapat hadir dalam persidangan tetapi hanya memberikan keterangan tertulis, kemudian di bacakan dalam persidangan.

Komentar terdakwa di facebook secara bahasa telah berniat bermaksud mengundang penghinaan terhadap institusi polisi, apalagi tersebar luas di medsos.

Ungkapan di medsos tersebut dalam filsafat bahasa terkesan provokatif, dengan postingan tersebut pada hari selasa pagi tanggal 25 Mei 2018. 

JEFRI

Berita Terkait