Minggu, 24 Februari 2019 | 10:53:07 WIB

Dua Universitas Di Serang Gelar Kajian Menanti Senja

Jum'at, 25 Januari 2019 | 14:18 WIB
Dua Universitas Di Serang Gelar Kajian Menanti Senja

(FOTO : UIN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Universitas Serang Raya dan Universitas Islam Negeri (UIN) Serang menggelar Kajian Menanti Senja (Kamisan), di Cafe Sari Banten, Jalan Kyai H. Sokhari, Kota Serang, Banten, Kamis (24/1).

Kajian dengan topik "Peran Milenial dalam Menangkal Hate Speech Terkait Pengarus-utamaan Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur" ini, dihadari 45 orang mahasiswa dari kedua Universitas tersebut dan narasumber, diantaranya Liza Diniarizky Putri, S.I.P, M.Kesos, M.Ikom selaku Akademisi Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya, Kusma Supriatna, S.Sos., M.I.Kom selaku Kepala Bidang Kelembagaan dan Media Dinas Kominfo Provinsi Banten, dan Yan Ardiansyah Achmad, ST., M.Si. selaku Kepala Bidang Binamarga Seksi Perencanaan Dinas PU Provinsi Banten.

Dalam paparannya, Kusma Supriatna menyampaikan, masih banyak pihak yang kerap menyalahkan atau menyerang pemerintah tanpa fakta terpercaya terkait pembangunan infrastruktur yang diprogramkan pemerintah melalui Media Sosial (Medsos) dengan menyebarkan ujaran kebencian (hate speech). 

Padahal menurutnya, pemerintah terus melakukan pembangunan infrastruktur untuk kemajuan masyarakat Banten. Ia mengajak mahasiswa dan pemuda Banten turut menyebarkan keberhasilan pemerintah. 

“Kominfo mengajak pemuda dan mahasiswa untuk berpartisispasi dalam penyebaran informasi capaian pembangunan oleh pemerintah saat ini,” ajak Kusma.

Senada dengan Kusma, Liza Diniarizky Putri juga menjelaskan, perkembangan Medsos yang makin tak terbendung saat ini. Medsos justru dijadikan media untuk menyebarkan hate speech. 

"Umumnya, justru hate speech ini dirancang dan direproduksi oleh orang yang lebih pintar untuk memperuncing kebencian. Pemuda harus bisa menganalisa informasi di Medsos. Seorang Guru di Cilegon yang ditangkap atas penyebar hoaks isu konteiner surat suara di Medsos menjadi bukti bahwa hoaks diproduksi oleh orang pintar. Pemuda harus ikut aktif membantu pemerintah mencegah penyebaran hate speech, sehingga program pembangunan pemerintah bisa diketahui masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Yan Ardiansyah Achmad menjelaskan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Banten sesuai RPJMD hingga tahun 2022 menargetkan semua jalan provinsi dalam kondisi mantap dengan 3 tipe jalan, yaitu jalan arteri, jalan kolektor dan jalan lokal termasuk jalan lingkungan. 

Menurut Yan, pembangunan simpang, flyover dan drainase juga masuk dalam target tersebut. Dalam pembuatan jalan tersebut akan menggunakan konstruksi beton rigid yang bisa bertahan selama 20 tahun, karena biaya perawatannya lebih murah dibanding menggunakan aspal. “Makin dikembangkan bermacam infrastruktur tersebut, maka perekonomian Banten akan makin tumbuh,” paparnya.  

Diprogramkan juga tambahnya, untuk mengembangkan kawasan Banten lama mirip seperti kawasan wisata Kota Tua di Jakarta, untuk membangunkan potensi-potensi ekonomi Banten. “Yang perlu dipahami oleh para mahasiswa, bahwa pembangunan infrastruktur dan pembangunan ekonomi di Provinsi Banten tidak terlepas dari komitmen dan kebijakan pemerintahan dalam mewujudkan program nawacitanya bagi kesejahteraan masyarakat,” jelas  Yan. (ARMAN R)

Berita Terkait