Minggu, 22 September 2019 | 21:48:31 WIB

BPN Prabowo-Sandiaga Himpun Masukan Ahli Hadapi Debat Kedua

Selasa, 29 Januari 2019 | 21:35 WIB
BPN Prabowo-Sandiaga Himpun Masukan Ahli Hadapi Debat Kedua

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said. (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, tengah melakukan berbagai persiapan menghadapi debat capres putaran kedua yang akan digelar 17 Februari 2019 dengan tema energi, lingkungan hidup, infrastruktur, pangan dan sumber daya alam.

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said mengatakan, pihaknya tengah menghimpun berbagai masukan dari para ahli untuk menghadapi debat putaran kedua tersebut.

"Ini suatu tema yang strategis dan setau saya nanti yang akan debat kan antar-capres, tentu saja persiapan paling penting kita kembali dalami isu-isu, kita cocokan dengan visi misi dan program. Kita terus himpun masukan dari para ahli," kata Sudirman di Jakarta Selatan, Selasa (29/1/2019).

Dia menuturkan, ada sejumlah isu yang akan disorot Prabowo dalam debat capres. Di antaranya terkait efisiensi dan bagaimana dampak proyek infrastruktur era Joko Widodo (Jokowi) terhadap kesejahteraan rakyat.

"Jadi kami akan bantu masyarakat untuk memahami bahwa perencanaan dan penganggaran keuangan proyek infrastruktur ini ada banyak masalah," kata Sudirman.

Dia memang punya apresiasi terkait apa yang sudah dibangun, tapi terkait pengelolaan perencanaan pendanaan itu menimbulkan banyak persoalan.

Di sektor energi Prabowo akan menyampaikan visi difersifikasi energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Sementara di sektor pangan, Prabowo ingin memastikan bahwa harga pangan terjangkau oleh masyarakat, katanya.

"Harga terjangkau itu fungsi dari dua. Satu, harganya stabil. Kedua, masyarakatnya punya daya beli, punya penghasilan cukup, punya pekerjaan cukup. Karena itu Pak Sandi dan Pak Prabowo selalu mengatakan harga dan pekerjaan. Itu yang harus dijadikan target," kata Sudirman.

ANT

Berita Terkait