Rabu, 24 April 2019 | 17:47:55 WIB

Ada Pembunuhan Sadis, Warga Buru Selatan Ikut Geger

Minggu, 3 Februari 2019 | 22:48 WIB
Ada Pembunuhan Sadis, Warga Buru Selatan Ikut Geger

Pembunuhan sadis di Buru Selatan yang gegerkan warga. Tampak kedua korban tewas mengenaskan. (FOTO: AAM PURNAMA/LINDO)

BURSEL, LINDO - Kasus pembunuhan tiga warga Desa Wailikut, Kecamatan Waisama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku, menjadi perhatian warga di daerah tersebut.

Kasus itu menjadi perbincangan warga karena tindakan sadis pelaku membunuh ketiga korbannya. Ketiga warga yang menjadi korban dalam insiden pembunuhan itu yakni Irma Saleky (37), Fauzan Ponotoreng (7) dan seorang bayi berusia 1 tahun yang belum diketahui identitasnya.

Ketiganya ditemukan tewas dalam kondisi menggenaskan di dua rumah berbeda pada Sabtu (2/2/2019) malam. Irma dan bayi berusia 1 tahun yang tidak diketahui identitasnya ditemukan di rumah Almarhum Alim Nurlatu.

Sementara itu, Fauzan ditemukan tewas di teras rumah seorang warga bernama Abdul Haji Halimombo.

Kapolres Pulau Buru, AKBP Ricky Purnomo Kertapati melalui Kasubbag Humas Polres Buru, Ipda Dede Syamsul Rifai, mengatakan, seorang pria yang diduga sebagai pelaku berinisial NN telah ditangkap dan tengah menjalani pemeriksaan di Polres Pulau Buru.

Berikut kronologi pembunuhan sadis tersebut:

Pukul 18.30 WIT, saksi FS melihat seorang pria diduga sebagai pelaku membunuh korban Fauzan yang saat itu sedang duduk di teras rumah Abdul Haji Halimombo dengan menggunakan sebilah parang sebanyak dua kali hingga korban tersandar di atas kursi.

Kejadian itu membuat saksi ketakutan dan masuk ke dalam rumahnya lalu menutup pintu rapat-rapat.

Selanjutnya, saksi lainnya, JS keluar dari rumah dan dari jarak sekitar 20 meter dan melihat tubuh korban Fauzan telah bersimbah darah.

Mengetahui kejadian itu, suami JS bergegas menuju Sekretaris Desa setempat dengan maksud ingin melaporkan kejadian itu.

Namun, dalam perjalanan dia bertemu ssalah satu keluarga korban dan memberitahukan kejadian tersebut. Pukul 19.00 WIT, warga desa mulai berkerumun di depan rumah Almarhum Alim Nurlatu.

Warga mendatangi rumah tersebut karena ada jejak bercak darah di rumah tersebut. Saat itu, warga yang marah melemparkan batu ke rumah tersebut dan meminta pelaku keluar.

Saat itulah salah seorang pria tidak dikenal langsung keluar dari rumah dan kabur menuju hutan. Pukul 19.30 WIT, anggota Polsek Waesama tiba di lokasi kejadian dan membubarkan massa lalu mengamankan TKP.

Polisi masuk ke dalam rumah Alim Nurlatu dan menemukan jasad Irma dan bayi 1 tahun dalam kondisi mengenaskan. Polisi menerjunkan personelnya untuk mencari pelaku yang melarikan diri dan akhirnya menangkap seorang pria berinisial NN yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.

“Sampai malam ini masih diperiksa. Jadi mohon maaf saya belum bisa memberikan keterangan apa-apa,” papar Dede.

KOMPAS/ALDY

Berita Terkait