Jumat, 26 April 2019 | 19:52:09 WIB

Jokowi: Tidak ada Rasa Takut Sekecil apa pun di hati saya

Senin, 4 Februari 2019 | 07:05 WIB
Jokowi: Tidak ada Rasa Takut Sekecil apa pun di hati saya

Presiden Jokowi menyapa warga Bangunharjo saat melakukan blusukan di Kelurahan Gandekan, Kota Solo, Minggu (3/2/2019). (FOTO: SEKAB RI/LINDO)

KARANGANYAR, LINDO - Calon Presiden Joko Widodo menitip pesan kepada pengusaha dan pekerja yang tergabung organisasi Sedulur Kayu dan Mebel (Sekabel) Jokowi untuk menyampaikan hal-hal yang benar kepada masyarakat memasuki pelaksanaan Pemilu 2019.     

"Namun, yang paling penting sekarang bagaimana waktu yang tinggal 2 bulan ini, kita bekerja menyampaikan hal-hal yang benar, dan jangan dibalik-balik. Hal ini sangat gampang," kata Jokowi di sela deklarasi relawan Sekabel Jokowi di Gedung De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019).

Menurut Jokowi, sekitar 2 bulan lagi digelar Pileg dan Pilpres 2019 sehingga sekarang banyak semburan  fitnah di mana-mana, terutama di media sosial dan juga di darat.

Bahkan, juga terjadi semburan-semburan kebohongan dan kedustaan yang ada di mana-mana. Yang benar dibalik menjadi salah, dan sebaliknya.

"Saya sebenarnya sudah memantau dan diam, tidak mau mejawab. Saya ingin kerja saja dari pagi sampai pagi dan tengah malam," kata Jokowi

Namun, kata Jokowi, dirinya sudah waktunya untuk menjawab. Jangan dipikir dirinya sabar kemudian dihina-hina dan maki-maki seperti itu, terus hanya diam saja.

"Saya sampaikan berkali-kali tidak ada rasa takut sekecil yang hinggap di hati saya demi untuk kepentingan bangsa dan negara," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, kalau dirinya dibilang antek asing, itu tidak benar. Hingga 2015,  Blok Mahakam yang sudah dari 50 tahun dikelola oleh perusahan dari Prancis dan Jepang  akhurnya sekarang sudah diambil alih dan diberikan 100 persen kepada Pertamina.

"Pertanyaannya antek asingnya di mana," tanya mantan Wali Kota Surakarta itu.

Kedua Blok Rokan di Riau yang dikuasi oleh perusahaan Amerika Serikat sudah lebih dari 90 tahun. Pada 2018 sudah dimenangkan oleh Pertamina 100 persen. Hal ini juga masih dibilang antek asing, katanya.

"Perusahan Freeport di Papua sudah dikelola oleh perusahaan asing lebih dari 40 tahun. Tambang tembaga dan emas terbesar di dunia itu, 4 tahun melakukan negosiasi, dan dipikir mudah, tidak ada tekanan dan intrik politik. Jika mudah sudah dari dahulu diambil alih oleh pemerintah. Ini pekerjaan yang amat sulit karena ada tekanan-tekanan politik," kata Jokowi.

Perusahaan Freeport mulai akhir Desember 2018, sahamnya mayoritas dikuasai oleh negara, yakni sekitar 51,2 persen.

"Pertanyaannya yang antek asing siapa. Jangan menunjuk orang lain antek asing, tetapi justru dia sendiri yang antek asing," katanya.

Menurut Jokowi, tidak mempan isu antek asing, kemudian ganti lagi, yakni Presiden Jokowi itu, PKI. Hal ini logikanya tidak masuk dan dirinya menerangkan dengan mudah sekali kepada rakyat dan kalangan atas.

"Saya dilahirkan 1961, dan PKI dibubarkan 1965/1966, dan usia saya baru empat tahun. Apa ada PKI balita, dan mereka diam karena dua isunya hilang lagi," katanya.       

Menurut Jokowi, mereka ganti lagi isunya, yakni Jokowi antiulama dan Islam. Padahal, dirinya hampir setiap hari keluar masuk pondok pesantren dengan ulama.

"Yang menandatangi Perpres Hari Santri itu siapa, dan sekarang calon wakilnya siapa. Akhirnya isu itu, mental lagi," katanya.

"Saya sudah sampaikan hal ini berkali-kali, marilah menggunakan cara-cara berpolitik beretika, penuh tata krama, dan sopan santun yang baik. Masyarakat sekarang sudah cerdas sudah tahu mana yang baik dan salah," kata Jokowi.

ANT

Berita Terkait