Jumat, 26 April 2019 | 19:28:13 WIB

Kemenaker Dukung Upaya Peningkatan Kualitas SDM ke Jepang

Senin, 11 Februari 2019 | 18:12 WIB
Kemenaker Dukung Upaya Peningkatan Kualitas SDM ke Jepang

Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker RI, Maruli Apul H mewakili Menteri Ketenagakerjaan menerima Chairman dan CEO OUTSOURCING Inc Jepang Haruhiko Doi dan Presiden Direktur PT. OS Selnajaya Indonesia, Satoshi Miyajima, didampingi Direktur PT. OS Selnajaya Indonesia, Imron Munfaat,di Kantor Kemenaker RI di Jakarta, Jumat (8/2/2019). (FOTO: IMRON MUNFAAT/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker RI Maruli Apul H mewakili Menteri Ketenagakerjaan (Kemenaker), di ruang kerjanya, Jumat (8/2/2019) kemarin menerima Chairman dan Ceo Outsourcing Inc Jepang Haruhiko Doi bersama Senior Executive Office Ceo Outsourcing Inc, Kenichi Morimoto dan Presiden Direktur PT OS Selnajaya Indonesia, Satoshi Miyajima.

Dalam pertemuan itu, Haruhiko Doi memperkenalkan sepintas Outsourcing Inc Japan, yang saat ini mempunyai 168 subsidiary di 27 negara termasuk Indonesia, dengan total karyawan tidak kurang dari 80.000 orang. Outsourcing Inc, juga telah memfasilitasi pemagangan orang asing ke Jepang tidak kurang dari 10,000 orang. Sekitar 1.500 orang diantaranya, berasal dari Indonesia, yang diproses melalui subsidiary-nya, PT. OS Selnajaya Indonesia.

"Saat ini kebutuhan tenaga kerja asing di Jepang sangat tinggi. Dalam 5 tahun mendatang, Jepang memerlukan tenaga kerja asing hampir 350.000 orang di 14 sektor pekerjaan," kata Haruhiko Doi dalam keterangan rilisnya, yang diterima di Jakarta, Senin (11/2/2019).

Bahkan dalam kurun waktu 30 tahun mendatang, kata dia kebutuhan tenaga kerja asing di Jepang, hingga hampir 1 juta orang. Pemerintah Jepang akan memberlakukan jenis visa kerja baru (tokuteiginou) untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja asing tersebut.

"Saat ini kami (Pemerintah Jepang) terus memperbaiki regulasi terkait keberadaan tenaga kerja asing, agar tenaga kerja asing (termasuk dari Indonesia) lebih nyaman, selamat (safety), dan terlindungi selama bekerja di Jepang. Tentunya, hal tersebut merupakan kesempatan bagi pemerintah Indonesia," ujarnya.

Menyadari tidak dapat bekerja sendiri, lanjut Haruhiko Doi, dirinya mengharapkan agar pemerintah Indonesia terus mendukung apa yang dilakukan oleh Group Outsourcing Inc, salah satunya PT. OS Selnajaya Indonesia.

"Kami sangat berharap pada pemerintah Indonesia terus mendukung apa yang telah dilakukan oleh Group Outsourcing Inc, yang sudah dilakukan oleh PT. OS Selnajaya Indonesia," tandasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT. OS Selnajaya Indonesia, Satoshi Miyajima menambahkan, sampai akhir 2018, PT. OS Selnajaya Indonesia telah memfasilitasi program pemagangan ke Jepang dengan peserta tak kurang dari 1.500 orang.

"Dari tahun ke tahun, target program pemagangan ke Jepang akan terus kami tingkatkan," kata Satoshi Miyajima.

Selain membangun training center, pihaknya juga terus bekerjasama dengan balai latihan pemerintah, baik yang berada dibawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan maupun kementerian lainnya.

"Kami juga terus bekerjasama dengan balai latihan pemerintah, baik yang berada dibawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan maupun kementerian lainnya," tandasnya.

Miyajima juga menambahkan, saat ini pihaknya juga fokus pada pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk peserta magang Caregiver ke Jepang, berdasarkan standar kompetensi kerja khusus yang telah didaftarkan di Kemnaker, dengan mengadopsi standar yang berlaku di Jepang.

"Dengan adanya LSP tersebut, pemegang sertifikat kompetensi dari Indonesia akan diakui juga kompetensinya di Jepang," ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Binapenta menyambut baik adanya pertemuan tersebut. Apalagi, selama ini kerja sama bilateral antara Pemerintah RI dan Jepang sudah sangat dekat.

Maruli menambahkan selama ini, perusahaan Jepang, baik yang berada di Jepang maupun yang berada di Indonesia terkenal sangat kuat komitmen-nya dalam menjunjung tinggi kepatuhan (compliance).

"Terkait dengan akan semakin diperluas kesempatan kerja di Jepang, pihaknya akan terus melakukan upgrade kemampuan SDM Indonesia melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi," paparnya.

Kemenaker, lanjut Dirjen, akan mendukung semua program yang terkait dengan peningkatan kualitas SDM Indonesia, baik melalui program pemagangan maupun program penempatan tenaga kerja ke Jepang.

"Kami (Pemerintah Indonesia) akan mendukung semua program yang terkait dengan peningkatan kualitas SDM Indonesia, baik melalui program pemagangan maupun program penempatan tenaga kerja ke Jepang," tandasnya.

Maruli Apul H sangat optimis, sumber daya manusia (SDM) Indonesia sangat diminati oleh dunia internasional, seperti Timur Tengah, Polandia, termasuk Jepang. SDM Indonesia dinilai sangat sopan ada hormat (respect), semangat, loyal, fleksibel dan komitmen.

"Saya rasa dunia internasional, seperti Timur Tengah, Polandia dan jepang sangat menginginkan SDM kita. Oleh sebab itu mereka selalu berminat untuk kerjasama dengan kita," urainya.

Saat ini, katanya Kementerian Ketenagakerjaan sedang merampungkan Memorandum of Cooperation (MoC) dengan pemerintah Jepang.

"Nantinya, program penempatan tenaga kerja ke Jepang dapat dilakukan oleh Pemerintah maupun swasta," ujarnya.

Dirjen memberikan arahan kepada Outsourcing Inc maupun PT. OS Selnajaya Indonesia untuk segera mempersiapkan diri, agar program penempatan tenaga kerja ke Jepang dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak.

"Arahan saya segera mempersiapkan diri, agar program penempatan tenaga kerja ke Jepang dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak," urainya.

ALDY/IMRON

Berita Terkait