Minggu, 24 Februari 2019 | 11:00:49 WIB

Pelayanan Kesehatan Masyarakat Paripurna FK UKI Angkatan Ke-5 Terjun ke Masyarakat Berantas Stunting

Senin, 11 Februari 2019 | 20:37 WIB
Pelayanan Kesehatan Masyarakat Paripurna FK UKI Angkatan Ke-5 Terjun ke Masyarakat Berantas Stunting

(FOTO : UKI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (FK UKI) Department Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM), menyelenggarakan kegiatan bertajuk penelitian, penyuluhan dan pemberian makanan tambahan terhadap 10 Desa, di wilayah Kabupaten Sumedang.

PKM Paripurna mengambil take line “Bintang” yang bermakna “Bahagia Indonesiaku tanpa Stunting”, tema tersebut terinspirasi dari sinar bintang yang menerangi langit malam, pembukaan kegiatan dilakukan di Gedung Suku Dinas Kesehatan Sumedang, Jawa Barat (Jabar), Senin (28/1). 

Sebelum acara dimulai, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UKI, dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua pelaksana Dwidian Khresna, S.Ked.

Sambutan berikutnya disampaikan Ketua Departement IKM FK UKI, DR. Sudung Nainggolan, yang menyampaikan, kegiatan ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Sumedang sampai titik dibawah angka nasional. Kedepannya di tahun 2023, jumlah penderita stunting harus dibawah angka nasional dan jauh dari angka Stunting secara keseluruhan di wilayah Jabar.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Sumedang Uyu Wahyudi SKM., MKM dalam sambutannya mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat (PKM) Paripurna FK UI Angkatan ke-5, agar memperoleh gambaran suatu intervensi atau langkah yang efisien, bukan  hanya sekedar asumsi saja, tetapi ada survey dan analisa.

Dalam kegiatan ini menurutnya, dapat diketahui apa sebenarnya faktor stunting dan intervensi yang efektif terhadap stunting, dengan demikian lebih mudah mengambil kebijakan dan usulan kegiatan,  karena telah didukung dengan data, yang akurat, fakta dan kegiatan tak terbantahkan yang harus dilaksanakan.

Terhitung dari April 2018, sudah hampir satu tahun kegiatan ini berlangsung dan PKM Paripurna merupakan angkatan kelima. Kegiatan ini berfokus pada balita pendek (Stunting) sebagai bentuk dukungan program pemerintah dalam memberantas stunting.

PKM Paripurna kali ini mengambil tema dengan bertitik berat pada anemia dan korelasinya terhadap stunting. Stunting adalah suatu kegagalan dalam pertumbuhan yang menyebabkan seorang anak lebih pendek dari anak lain seusianya.

Acara didukung oleh para dokter muda yang mempersembahkan sebuah drama musical bercerita  tentang kehidupan seorang wanita hamil yang selalu menolak kontrol ke Puskesmas, tidak menyukai makan makanan bergizi, hidup tidak bersih dan tidak melakukan persalinan pada tenaga kesehatan, sehingga anak yang ia lahirkan berpotensi menjadi stunting.

Drama dilanjutkan dengan persembahan jingle yang diciptakan sendiri oleh para dokter muda, acara ini cukup sukses mendapatkan sambutan yang meriah dari penonton serta mendapat apresiasi dari para dokter serta pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) yang menghadiri acara pembukaan tersebut, selanjutnya acara ditutup dengan sesi foto bersama.

Pada Rabu, 7 Febuari 2019, salah satu sasaran, yaitu desa Cilembu menjadi tempat yang penting untuk dikunjungi oleh lima dokter muda sebagai bentuk bhakti sosial dokter-doker muda UKI untuk melakukan penyuluhan kepada 70 ibu yang memiliki anak balita khususnya di TK Kareumbi.

Tema yang dibawakan ialah mengenai gizi seimbang dan tumbuh kembang anak. Dokter-dokter muda mengingatkan kembali betapa pentingnya gizi terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak.

Dalam kegiatan tersebut, salah satu ibu yang membawa anaknya yang berusia 18 bulan menghampiri pada dokter muda untuk berkonsultasi mengenai anaknya yang mengalami Down syndrome dan hubungannya dengan keterlambatan perkembangan. Dokter muda menyarankan agar Ibu membawa anaknya kepada dokter sub-spesialis tumbuh kembang anak.

Harapan para dokter muda ini, agar para ibu dapat memahami mengenai apa yang harus diberikan kepada anaknya, agar dapat memenuhi kebutuhan gizi serta agar ibu tidak mudah percaya kepada mitos yang kerap kali beredar ditengah masyarakat, seperti tidak boleh memakan daging saat sakit, sementara itu daging sebagai sumber gizi yang baik untuk perkembangan anak.

Kegiatan diakhir, dilakukan pemberian souvenir kepada seluruh peserta yang hadir, serta doorprize kepada tiga ibu beruntung, yaitu yang dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan dokter muda serta pemberian makanan tambahan kepada balita yang turut hadir bersama ibunya. Makanan yang diberikan ialah roti, pudding dan susu. Betapa kegiatan ini sangat bermanfaat terutama untuk ibu-ibu muda di daerah yang masih minim tentang pengetahuan kesehatan. (ARMAN R)

Berita Terkait