Rabu, 20 Maret 2019 | 18:56:32 WIB

Penerima PKH Mengeluhkan Potongan Bantuan oleh Pendamping

Jum'at, 22 Februari 2019 | 21:28 WIB
Penerima PKH Mengeluhkan Potongan Bantuan oleh Pendamping

Presiden Joko Widodo berpidato dalam acara penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2019 di Cibinong, Bogor, Jumat (22/2/2019). Pemerintah memberikan bantuan sosial PKH kepada 133.312 keluarga dan BPNT kepada 189.990 keluarga senilai Rp185,5 miliar untuk penerima di wilayah Bogor. (FOTO: ANTARA/LINDO)

CIANJUR, LINDO - Penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di sejumlah wilayah di Cianjur, Jawa Barat, mengeluhkan pemotongan yang dilakukan pendamping dengan berbagai dalih.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Sukaluyu dan Gekbrong, pendamping PKH dengan dalih jarak tempuh menargetkan penerima manfaat untuk menganti biaya transportasi atau dalih lainnya.

"Kalau hanya sekedar uang lelah, mungkin penerima manfaat tidak akan diberatkan, namun ada yang mematok mulai dari Rp.50 ribu sampai Rp100 ribu dari setiap orang penerima," kata Odang Hidayat tokoh masyarakat Kecamatan Gekbrong pada wartawan, Jumat (22/2/2019).

Ia menjelaskan, hal tersebut sangat merugikan dan memberatkan penerima manfaat yang selama ini berharap banyak dari uang puluhan ribu tersebut, sedangkan pendamping yang sudah jelas memiliki pendapatan jelas masih melakukan pemotongan.

Sementara sepuluh orang kepala desa di Kecamatan Sukaluyu, melaporkan pemotongan yang dilakukan pendamping PKH yang banyak dikeluhkan warga penerima manfaat langsung ke Camat Sukaluyu beberapa hari yang lalu.

Camat Sukaluyu, Agus Supiandi mengatakan kedatangan kades itu, untuk menyampaikan keluhan warga terkait pemotongan yang dilakukan pendamping PKH yang selama ini memegang kartu untuk pencairan bantuan dari pemerintah pusat untuk warga tidak mampu.

"Pemerintahan desa tidak memiliki data lengkap penerima PKH, terlebih pendamping PKH tidak pernah berkoordinasi berkaitan warga desa yang menerima, anehnya penerima tidak memegang kartu yang seharusnya dimiliki," ujarnya.

Pihaknya akan melakukan pemanggilan semua pendamping PKH se-Kecamatan Sukaluyu untuk mendapatkan penjelaskan terkait prosedur dan kinerja pendamping saat melakukan pencairan.

"Semua pendamping tingkat desa termasuk Koordinator PKH Kecamatan Sukaluyu, akan kami undang untuk konfirmasi bagaimana mekanisme kerjanya bagaimana dan SOP sesuai tidak, termasuk berkoordinasi dengan Dinsos Cianjur," tandasnya.

ANT

Berita Terkait