Rabu, 19 Juni 2019 | 16:15:05 WIB

Courtesy Call Kasad, Panglima AD Belanda Tindak Lanjut UU Kerma Pertahanan RI - Belanda

Selasa, 5 Maret 2019 | 00:00 WIB
Courtesy Call Kasad, Panglima AD Belanda Tindak Lanjut UU Kerma Pertahanan RI - Belanda

(FOTO : DISPENAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kunjungan kehormatan Commander of The Royal Netherlands Army (Panglima Angkatan Darat Belanda) Letjen Leo Beulen kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa, merupakan tindak lanjut dari disahkannya Undang-Undang (UU) Kerja Sama (Kerma) Pertahanan Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Kerajaan Belanda.  

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya setelah kegiatan Courtesy Call tersebut, di Ruang Tamu Kasad, Mabesad, Jalan Veteran No.5, Jakarta, Senin (4/3).

Kadispenad mengungkapkan, UU Kerja Sama (Kerma) Pertahanan dengan Belanda sendiri resminya, adalah UU Nomor 11 tahun 2018 tentang Pengesahan Nota Kesepahaman antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) dan Kementerian Pertahanan Kerajaan Belanda tentang Kerja Sama Terkait Pertahanan. 

“Meski disahkan oleh DPR baru pada tanggal 2 Oktober 2018, namun, kerja sama pertahanan ini sudah ditandatangani pada 4 Februari 2014 di Den Haag, Belanda,” ungkap Brigjen Candra Wijaya

Untuk diketahui, ketika itu Nota Kesepahaman yang melambangkan hubungan Bilateral yang lebih kuat antara Indonesia dan Belanda tersebut ditandatangani oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI Purnomo Yusgiantoro, dan Menhan Kerajaan Belanda, Jeanine Hennis Plasschaert.

“Beberapa kerja sama yang berkaitan dengan kepentingan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan diatur di dalamnya (Nota Kesepahaman), antara lain tentang dialog strategis di antara kedua negara, pertukaran kunjungan, pemajuan Diklat terkait pertahanan, serta upaya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM),” terang Candra Wijaya.  

Menurutnya, kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Darat (AD) Belanda ini merupakan langkah maju dalam membangun kerja sama militer antara kedua Angkatan Darat, yang telah lama dirintis dan ditandai dengan kunjungan resiprokal beberapa pejabat tinggi TNI AD maupun AD Belanda.

“Terkait dengan kerja sama pertahanan RI-Belanda, bagi TNI AD, momen ini  merupakan kesempatan baik untuk menindaklanjutinya atau dalam arti kerja sama (pertahanan) TNI AD dan AD Belanda telah memiliki payung hukum yang kuat,” ujarnya.

Namun demikian tambahnya, sebagai negara yang berdaulat, TNI AD selalu mengedepankan prinsip kesetaraan, kepercayaan, dan saling menghormati. Ini perlu dipahami agar (kerja sama) dapat bertahan lama.

Pada dasarnya kata Kadispenad, Kerma Bilateral dan Multilateral yang dibangun Indonesia merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan Capacity Building  serta wadah untuk mewujudkan Confidence Building Measure, guna menghadapi isu-isu pertahanan keamanan yang berkembang saat ini.

“Sebagaimana lingkup dalam Nota Kesepahaman dan UU, maka peluang kerja sama Bilateral yang dapat dikolaborasi oleh kedua Angkatan Darat antara lain di bidang pendidikan, latihan, intelijen, pengembangan industri pertahanan, dan pelestarian sejarah militer,” jelasnya.

Akan tetapi, untuk menjajaki dan mempersiapkan program Kerma tersebut, menurut Kadispenad, masih perlu dilaksanakan melalui kegiatan Army to Army Staff Talks dan pertukaran kunjungan terlebih dahulu. 

“Termasuk, rencana tentang pendidikan tinggi bagi para perwira TNI AD di Belanda, perlu dimasukan dan dibahas dalam Army to Army Staff Talks tahun 2020., juga tentang peningkatan kemampuan personel kesehatan militer dalam hal penanggulangan bencana,” ujar Candra Wijaya.

Menurutnya, ini penting, agar langkah kerja sama semakin terarah, membangun kemitraan yang konstruktif dan saling menguntungkan kedua belah pihak serta dapat berkontribusi dalam upaya kolektif untuk mewujudkan dan memelihara perdamaian dan stabilitas keamanan di tingkat regional dan global.

Secara umum, pertemuan antar para pejabat nomor satu di Angkatan Darat berlangsung dengan penuh akrab, hangat dan santai.

“Pada pertemuan tersebut, Kasad mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini dan harapan semoga kerja sama antara kedua pihak dapat segera terwujud,” ungkapnya..

Turut hadir dalam acara tersebut, Aspam Kasad Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Sesdispenad Kolonel Caj Drs. Agung Zamani, M.Sc, Paban Hublu Spamad Kolonel Arm Immer H.P. Butar-Butar, S.I.P., dan Atase Darat RI di Den Haag Kolonel Arm M. Lufti, serta Atase Pertahanan Belanda di Jakarta  Captain (Navy) Cor Kuiper. (ARMAN R)

Berita Terkait