Rabu, 27 Maret 2019 | 10:17:39 WIB

Kasau : Doktrin Induk TNI AU Harus Lebih Praktis Dan Mudah Dipahami

Selasa, 5 Maret 2019 | 18:21 WIB
Kasau : Doktrin Induk TNI AU Harus Lebih Praktis Dan Mudah Dipahami

(FOTO : DISPENAU/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Revisi doktrin induk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) Swa Bhuwana Paksa (SBP) perlu terus dilakukan agar mampu menjawab tuntutan perubahan sesuai kebutuhan organisasi, perkembangan lingkungan strategis, ilmu pengetahuan dan teknologi, hakikat ancaman, dan gangguan serta modernisasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista).

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M menegaskan,  doktrin induk TNI AU SBP hasil revisi harus lebih praktis, mudah dipahami, akomodatif, konsisten,  dan aplikatif.

Penegasan tersebut disampaikan Kasau dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Kasau (Wakasau) Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto, S.H., M.D.S., saat membuka seminar nasional Revisi Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa, di Ball Room Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa (5/3).

Kasau menjelaskan, doktrin TNI AU SBP harus mengakar kuat dalam jiwa sanubari prajurit TNI AU.  Oleh karenanya, doktrin ini harus menjadi sumber inspirasi untuk membangkitkan semangat, motivasi juang, dan moralitas kinerja prajurit TNI AU yang profesional, militan dan inovatif.

"Visi dan misi TNI AU dicerminkan melalui makna semboyan dan lambang Swa Bhuwana Paksa yang merupakan proyeksi dari tugas TNI AU, yakni mewujudkan pertahanan nasional di udara untuk melindungi keamanan, kemerdekaan, kedaulatan, integritas maupun kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia," terang Kasau.

Kasau berharap, penyelenggaraan seminar dapat menghasilkan masukan yang komprehensif dan ide-ide cemerlang kepada tim Kelompok Kerja (Pokja) revisi doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa 2019. 

Doktrin ini akan menjadi pedoman bagi TNI AU dalam melaksanakan tugas, baik dalam konteks penggunaan kekuatan melalui operasi militer perang dan operasi militer selain perang, maupun dalam konteks pembinaan kekuatan melalui pembangunan, pengembangan, dan pemeliharaan.

Seminar tersebut yang diikuti 164 peserta ini, mengangkat tema "Membangun Kemampuan Operasi TNI AU Modern untuk Menghadapi Ancaman Pertahanan Negara" dan menghadirkan narasumber Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, Prof. Atif Latifulhayat, serta Wibawanto Nugroho Widodo, Ph.D.

Hadir pada acara tersebut, Koorsahli Kasau, Irjenau, para Asisten Kasau, Dankodiklatau, Pangkoopsau I, Danpuspomau, Kadispenau dan para pejabat kementerian terkait. (ARMAN R)

Berita Terkait