Senin, 23 September 2019 | 12:27:05 WIB

AJI desak Kepolisian Bebaskan Robertus Robet

Kamis, 7 Maret 2019 | 20:44 WIB
 AJI desak Kepolisian Bebaskan Robertus Robet

Aktivis HAM yang juga dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robet (kanan) bergegas meninggalkan Gedung Bareskrim Mabes Polri usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (7/3/2019). Pihak kepolisian tidak melakukan penahanan terhadap Robertus Robet pascapenetapan statusnya sebagai tersangka atas dugaan penghinaan terhadap institusi TNI saat mengikuti Aksi Kamisan pada Kamis (28/2) di depan Istana Negara terkait kritik terhadap Dwi Fungsi TNI. (FOTO: ANTARA/LINDO)

Jakarta (ANTARA) - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mendesak kepolisian untuk membebaskan aktivis HAM dan demokrasi, Robertus Robet, yang ditangkap di rumahnya.

"Kami mendesak kepolisian untuk membebaskan segera Robertus Robet dan menghormati HAM dengan menjamin hak warga negara untuk berpendapat dan berekspresi sebagaimana diatur Undang-undang Dasar 1945," kata Ketua AJI Indonesia Abdul Manan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Robertus yang juga merupakan salah satu dosen di perguruan tinggi ternama di Jakarta tersebut ditangkap pada Rabu (6/3) sekitar pukul 23.45 WIB.

"Robet ditangkap di rumahnya dan telah ditetapkan tersangka karena dituding menghina TNI saat berorasi di aksi Kamisan, 28 Februari 2019 lalu," ujarnya.

Robet dikenakan Pasal 45 ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU No 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 tahun 2009 tentang ITE dan atau/ Pasal 14 ayat (2) jo Pasal 15 UU No 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

Robert dijadikan tersangka dengan tuduhan merendahkan institusi TNI dalam aksi Kamisan di depan Istana Merdeka pada 28 Februari 2019 lalu.

ANT

Berita Terkait