Senin, 27 Mei 2019 | 00:43:16 WIB

Dorong Munculnya Pemimpin Global Asal Indonesia

Kamis, 7 Maret 2019 | 21:22 WIB
Dorong Munculnya Pemimpin Global Asal Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani yang pernah menduduki jabatan Direktur Pelaksana Bank Dunia. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Jumlah pemimpin global yang berasal dari Indonesia harus didorong agar terus tumbuh. Sebab jumlahnya masih lebih sedikit dibandingkan negara-negara ASEAN lain, seperti Malaysia atau Singapura.

Untuk menjadi seorang pemimpin global, tentu seseorang harus memiliki koneksi di kancah internasional. Selain itu, cara kerjanya juga harus seperti pemimpin dengan mengedepankan beberapa hal yang nantinya dapat diteladani.

"Selain jaringan internasional, reputasi profesionalitas, kita juga harus meningkatkan etik kerja, seperti akuntabilitas, integritas dan kedisiplinan," kata Profesor Industri dan Organisasi Psikologi Universitas Atma Jaya, Hanna Panggabean di Kampus Universitas Atma Jaya, Jakarta, Rabu, 6 Maret 2019.

Menjadi pemimpin global bukanlah perkara mudah. Namun, untuk membangun pemimpin yang mendunia dibutuhkan tekad dan pengalaman.

"Indonesia diuntungkan dengan bonus demografi, di mana jumlah sumber daya manusianya cukup banyak," ucap Founder ASEAN Human Development Organization, Bob Audrey.

Di ASEAN, pemimpin global pasti memiliki sifat cultural awareness, disiplin, memiliki pengetahuan lokal, dan lain sebagainya. Bob Audrey menambahkan banyak wanita menjadi pemimpin global. Keuntungannya adalah mereka mau mendengar keluhan orang lain dan cepat sadar diri.

Dia menuturkan Indonesia sudah memiliki beberapa pemimpin global, seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani yang pernah menduduki jabatan Direktur Pelaksana Bank Dunia, Founder Go-Jek Nadiem Makarim, serta penyanyi Anggun. Selain itu dia menjelaskan ada empat perusahaan Indonesia yang sudah masuk dalam level unicorn, seperti Traveloka, Go-Jek, Bukalapak, dan Tokopedia.

Indonesia disebut- sebut sebagai negara ASEAN terbesar yang memiliki potensial yang tidak kalah besar dibanding negara lain. Bahkan, Indonesia juga masuk peringkat empat global untuk start up nasional.

ANT

Berita Terkait