Rabu, 20 Maret 2019 | 18:57:25 WIB

Hasto Sebut Rocky Gerung tak Layak Jadi WNI

Jum'at, 8 Maret 2019 | 09:55 WIB
Hasto Sebut Rocky Gerung tak Layak Jadi WNI

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjawab pertanyaan wartawan. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

ACEH, LINDO - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto geleng-geleng menyaksikan video Rocky Gerung. Ia mengecam Rocky yang menyebut KH Agus Salim sebagai kambing berjenggot.

"Atas hinaan yang ditujukan kepada KH Agus Salim tersebut, PDI Perjuangan mendesak Rocky Gerung untuk melepaskan Kewarganegaraan Indonesia, daripada tidak bisa menghormati pahlawan bangsanya," kata Hasto di Aceh, Kamis, 7 Maret 2019.

Hasto mengatakan Rocky tidak pantas menjadi anak bangsa. Menurut dia, Rocky sebagai anak bangsa, tidak pantas mencemooh Agus Salim. Hasto melihat oposan itu tidak memahami bagaimana perjuangan Agus Salim.

Sebab jika paham, tidak mungkin ia menghina salah satu pendiri bangsa asal Sumatera Barat itu. Apalagi merendahkan Agus Salim sebagai tokoh nasional dam cendekiawan Islam.

Hasto menganggap Rocky telah mengoyak martabat bangsa sendiri. Ia melihat bahwa pernyataan itu keluar dari jiwa yang tidak sehat. Pasalnya, kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari tangan dingin KH Agus Salim.

"Berkat jasa KH Agus Salim, kemerdekaan Indonesia mendapatkan pengakuan dunia internasional, khususnya negara-negara Timur Tengah," ujar Hasto.

Ia mengaitkan pernyataan Rocky dengan komponen tim kampanye kompetitor. Tim sukses Prabowo-Sandi dinilai Hasto banyak diisi oleh orang-orang yang tidak memahami budi pekerti. Untuk memberikan efek jera, PDI Perjuangan akan mengadukan secara langsung atas hinaan Rocky ke Aparat Kepolisian.

"Mereka yang menghina pahlawan nasional bangsanya, sama saja tidak punya patriotisme dan hanya menjadi benalu pemecah belah bangsa," tandas Hasto.

Video Rocky yang mengolok KH Agus Salim sebagai kambing berjenggot viral di dunia maya. Banyak pihak merasa tersinggung dengan ucapan Rocky. Belum lama ini, anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi itu dilaporkan ke polisi oleh pemuda di Sumatera Barat.

MEDCOM

Berita Terkait