Senin, 27 Mei 2019 | 00:43:35 WIB

Gaya Komunikasi Jokowi Diklaim Hangat dan Bersahabat

Jum'at, 8 Maret 2019 | 21:31 WIB
Gaya Komunikasi Jokowi Diklaim Hangat dan Bersahabat

Gubernur Ganjar Pranowo kepada awak media di sela Musrenbangwil Eks Karesidenan Surakarta di Klaten. (FOTO: MI/LINDO)

SEMARANG, LINDO - Calon presiden petahana Joko Widodo diyakini tidak akan menemukan kesulitan berarti dengan pembagian zonasi kampanye yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selain karena bahasa tubuhnya yang bersahaja, gaya komunikasi Jokowi dengan masyarakat juga tidak dimiliki penantangnya, Prabowo Subianto.

"Pak Jokowi itu cukup senyum-senyum, salam-salaman ya kan. Itu lebih bisa dibaca dengan perasaan bahwa dia orang jujur, dia orang baik," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Jumat 8 Maret 2019.

Menurut politikus PDIP itu, masyarakat lebih senang disentuh dengan bahasa tubuh yang bersahabat. Tidak perlu dengan ungkapan muluk-muluk dan heroik apalagi dengan sandiwara.

"Lebih love gitu daripada dengan kalimat-kalimat heroik yang kadang kita tidak mengerti, itu pun sering salah. Tapi kalau kemudian orang bisa dipeluk, saya rasa pelukan itu jauh lebih banyak maknanya daripada kata yang berbuih-buih," tegasnya.

Apalagi melihat antusiasme masyarakat ketika melihat Jokowi berkunjung. Kehangatan Jokowi dalam berkomunikasi, membuat masyarakat tidak sungkan menyentuh atau tidak takut untuk sekadar minta swafoto.

"Ya selama ini setiap kunjungan, Pak Jokowi itu dijarah di mana-mana. Dia keluar dari mobilnya itu sudah dijarah, 'pak-pak pingin foto'. Kemarin di Cilacap saja, empat ibu-ibu pingsan, hanya ingin berebut (foto)," tuturnya.

Terkait zonasi, keputusan diambil lewat pengundian oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Rabu 6 Maret 2019. ). Pembagian zona ini akan bergantian dua hari sekali. Misalnya, TKN pertama di zona B, dua hari berikutnya di zona A. Hal yang sama juga diterapkan pada BPN.

Zona B meliputi wilayah, Bengkulu, Lampung, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku Utara dan Papua Barat.

Sementara Zona A terdiri dari Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua.

"Mungkin yang perlu kita jaga adalah mari memilih kalimat yang tidak menyakiti yang lain. Mari kita perintahkan jari-jari kita untuk tidak memencet tuts dengan kalimat-kalimat konyol, yang busuk dan tidak enak. Mari kita konsisten saja. Berpolitik silakan, pilihan beda nggak apa-apa, tapi nggak usah bertabrakan. Nggak usah saling menghinakan dan menistakan," tandasnya.

Ganjar pun mengungkapkan kesiapan seluruh elemen partai, relawan dan simpatisan di wilayahnya berkaitan dengan jadwal kampanye Jokowi di Jawa Tengah. Pergerakan elemen tersebut, tidak bergantung pada turun atau tidaknya Jokowi di Jawa Tengah.

"Jawa Tengah itu dengan atau tanpa kampanye, kita kampanye terus. Beliau datang pasti lebih ramai dan meriah, tidak datang kita juga sangat meriah. Artinya, dengan atau tanpa kampanye terbuka, sebenarnya kita sudah berkampanye," pungkas Ganjar.

MEDCOM

Berita Terkait