Senin, 27 Mei 2019 | 00:41:02 WIB

PUPR Kaji Program Rumah bagi Milenial

Jum'at, 8 Maret 2019 | 21:43 WIB
PUPR Kaji Program Rumah bagi Milenial

Impelentasi program perumahan milenial cukup berat. (Foto: MI/Ramdani/LindoNews)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengkaji program perumahan bagi milenial. Namun, program tersebut belum berjalan hingga saat ini. Lantas apa penyebabnya?

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahaan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid beralasan program tersebut baru dibuat, sehingga faktor pendukung belum menyokong implementasinya.

"Tidak bisa masif. Kalau anggarannya memungkinkan, akan lebih banyak. Konsepnya baru muncul sekarang, skemanya baru dibuat," kata Khalawi di Kompleks Perkantoran Kementerian PUPR, di Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019.

Kendala lainnya adalah belum ada penyesuaian konsep hunian dengan kelompok milenial yang akan mengikuti program tersebut. Sebab, rumah yang dibangun harus mendukung kebutuhan kelompok milenial.

"Intinya kita pikirkan milenial itu apa yang pas. Untuk pemula mungkin rusunawa yang bangunannya lebih fleksibel dan murah di kota," ujar dia.

Khalawi menyebutkan, implementasi program perumahan milenial cukup berat. Sebab, jumlah milenial di Indonesia mencapai 80 juta jiwa.

"Jadi harus dipikirkan, bagaimana ke depan supaya mereka jangan keleleran (terabaikan)," ujar dia.

Meskipun begitu, Khalawi menyebutkan pihaknya akan segera mematangkan program tersebut, sehingga upaya pemerintah membantu masyarakat memiliki hunian yang layak dapat segera terpenuhi.

"Artinya, kita semangatnya untuk masyarakat yang belum mempunyai rumah supaya dapat," ujar dia.

ANT

Berita Terkait