Senin, 27 Mei 2019 | 01:18:50 WIB

4 Pejabat Kementerian PUPR Kembalikan Uang Suap ke KPK

Sabtu, 9 Maret 2019 | 05:09 WIB
4 Pejabat Kementerian PUPR Kembalikan Uang Suap ke KPK

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (FOTO: MIDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menerima pengembalian uang suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), milik Kementerian PUPR. Uang itu diterima penyidik dari empat pejabat Kementerian PUPR.

Dengan pengembalian ini, total uang yang diterima KPK hingga sekarang senilai Rp22 miliar, USD148.500 dan SGD28.100. Aliran uang itu dikembalikan kepada KPK secara bertahap.

"Total pihak yang mengembalikan uang adalah 59 orang pejabat di Kementerian PUPR," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019.

Uang yang dikembalikan itu telah disita penyidik. Menurut Febri, uang itu akan dijadikan salah satu barang bukti penyidikan kasus suap SPAM tersebut. "Uang tersebut telah disita ke penyidik sebagai bagian dari berkas perkara," ujar dia.

Tak hanya menerima pengembalian uang, KPK juga menyita rumah dan tanah di kawasan Sentul, Bogor serta emas batangan seberat 500 gram. Aset tersebut disita KPK dari dua pejabat Kementerian PUPR karena diduga terkait proyek SPAM.

Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Empat di antaranya sebagai pihak pemberi yakni Direktur Utama PT WKE Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih, Direktur PT TSP Irene Irma, dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo.

Kemudian sebagai pihak penerima, Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kusrinah, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar, dan PPK SPAM Toba I Donny Sofyan Arifin.

Baca: 55 Pejabat Kementerian PUPR Diduga Terima Suap SPAM

Dalam kasus ini, Anggiat, Meina, Nazar dan Donny diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM tahun 2017-2018 di Umbulan III Pasuruan, Lampung, Toba I dan Katulampa.

Sementara dua proyek lain yang juga diatur lelangnya yaitu pengadaan pipa High Density Polyethylene (HDPE) di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Lelang diatur sedemikian rupa untuk dimenangkan PT WKE dan PT TSP.

Anggiat diduga menerima fee untuk pemulusan proyek-proyek itu sebesar Rp850 juta dan USD5 ribu, Meina menerima Rp1,42 miliar dan USD22 ribu. Kemudian, Nazar menerima Rp2,9 miliar dan Donny menerima Rp170 juta.

MEDCOM

Berita Terkait