Rabu, 20 Maret 2019 | 18:56:46 WIB

Kohanudnas Adakan Penataran Wasdalnil Latihan Perkasa “B” Tahun 2019

Selasa, 12 Maret 2019 | 20:06 WIB
Kohanudnas Adakan Penataran Wasdalnil Latihan Perkasa “B” Tahun 2019

(FOTO : PENKOHANUDNAS/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) merupakan salah satu komando utama Tentara Nasional Indonesia (TNI) berfungsi sebagai “mata” dan “telinga” yang mengawasi berbagai pergerakan pesawat udara yang melintasi seluruh wilayah udara Indonesia.

Guna melaksanakan tugasnya, Kohanudnas didukung unsur-unsur Pertahanan Udara (Hanud) di tanah air, seperti Satuan Radar (Satrad), unsure Pangkalan Udara (Lanud), unsur tempur sergap, unsur rudal, unsur arhanud TNI AD (Angkatan Darat), unsur KRI TNI AL (Angkatan Laut), unsur hanud pasif dan lainnya. 

Untuk melatih interoperabilitas dan sinergitas kemampuan Hanud antar satuan-satuan Kohanudnas, unsur-unsur Hanud kewilayahan dan obvitnas di daerah perlu diselenggarakan latihan kesiapan yang dinamakan Latihan Perkasa.

Pada awal tahun 2019 ini, Latihan Perkasa dilaksanakan Kosekhanudnas II Makassar dinamakan Latihan Perkasa “B” dengan kegiatan pendahuluan, berupa Penataran Pengawas, Pengendali, Penilai dan Pelaku (Wasdalnil), yang dilaksanakan di Aula Leo Wattimena Markas Kohanudnas, Jakarta, Selasa (12/3).

Dalam sambutan pendahuluannya, Panglima Kohanudnas (Pangkohanudnas) Marsda TNI Imran Baidirus, S.E., menyampaikan, Latihan Perkasa “B” 2019 merupakan upaya menyegarkan aturan-aturan pelaksanaan operasi udara di wilayah Kosekhanudnas II, juga untuk kesinambungan profesionalisme tugas-tugas Hanud. 

“Dipahami bersama, operasi Hanud merupakan operasi udara yang riil dilaksanakan sepanjang tahun oleh Kohanudnas, sehingga pengetahuan dan sinergitasnya perlu disegarkan dengan pihak terkait, agar semuanya siap menghadapi kemungkinan terburuk,” terang Marsda TNI Imran Baidirus.       

Menurutnya, salah satu pelajaran berharga dari terpeliharanya profesionalisme tugas dan terjalinnya sinergitas antar instansi, adalah keberhasilan menurunkan paksa (force down) pesawat kargo Ethiopia pada 14 Januari 2019 lalu oleh pesawat F-16 sebagai tempur sergap TNI AU (Angkatan Udara).

Dari kejadian tersebut dunia tahu dan melihat kehadiran serta eksistensi unsur-unsur Hanud Indonesia. Dunia internasional akhirnya menghormati kedaulatan wilayah udara Indonesia, karena Indonesia bersikap tegas dalam menegakkan aturan serta hukum udara.

Rangkaian Penataran Wasdalnil Perkasa 2019, meliputi paparan Penataran Pelaku Latihan Perkasa 2019 dari Asisten Operasi Kaskohanudnas Kolonel Pnb Yostariza, S.E., dilanjutkan tanya jawab dengan para pelaku.

Asisten Operasi Kaskohanudnas Kolonel Pnb Yostariza, S.E menyampaikan, latihan bertujuan menguji dan melihat kesiapan unsur-unsur Hanud yang ada di wilayah tengah Indonesia. Untuk itu, melibatkan seluruh satuan radar di Kosekhanudnas II, unsur Lanud (Lanud Dhombber, Balikpapan, Lanud Sultan Hasanuddin), pesawat tempur sergap, pesawat angkut, pesawat helikopter, Pasukan Khas TNI AU, Arhanud TNI AD di Makassar, KRI TNI AL juga Badak LNG Bontang, Airnav Makassar (Matsc), Pertamina Makassar  dan lainnya. (ARMAN R)

Berita Terkait