Senin, 27 Mei 2019 | 01:12:38 WIB

Wujudkan Peranan Logistik Dalam Mendukung Tugas TNI AL

Rabu, 13 Maret 2019 | 21:16 WIB
Wujudkan Peranan Logistik Dalam Mendukung Tugas TNI AL

(FOTO : DISPENAL/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Dukungan pembekalan memberikan arti penting dalam mengoptimalkan pembinaan logistik agar dapat terlaksana secara terus menerus dan berlanjut, agar dapat mewujudkan peranan logistik dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

Hal demikian disampaikan Kepala Dinas Perbekalan Angkatan Laut (Kadisbekal) Laksma TNI Agus Karminto, S.E., saat membuka Rapat Kerja Teknis bidang Pembekalan dan Barang Milik Negara (Rakernis Pembekalan dan BMN) Tahun 2019, di Gedung Neptunus, Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (13/3).

Menurut Kadisbekal, fungsi pembinaan dukungan logistik, dapat diarahkan pada dukungan pembekalan untuk operasi, yang meliputi dukungan bekal cair dalam hal ini dukungan Bahan Bakar Minyak (BBM), di mana pada Tahun Anggaran (TA) 2019, TNI AL telah melaksanakan kerjasama dengan Pertamina yang harus terealisasi saat ini.

Disamping itu, program pimpinan TNI AL tentang pergantian sistem kartu ranjen menjadi kartu digital, yaitu nantinya kendaraan dinas yang teregistrasi akan mendapatkan kartu digital yang sudah terisi kuota BBM.

Selain itu, dukungan logistik juga diarahkan pada dukungan pembekalan pemeliharaan yang terkait dengan Sistem Pemeliharaan Terencana (SPT) pada suku cadang On Board Spare (OBS), yang terdiri Harorganik, Harmen, Re-engine, di mana pelaksanaan SPT tersebut tergantung pada kondisi KRI serta KAL saat itu.  

“Selanjutnya, dukungan pembekalan untuk personel terkait dengan apa yang menjadi kebijakan pemimpin TNI AL dalam dukungan pembekalan perlengkapan perorangan (kapor/atribut) bagi seluruh prajurit TNI AL di berbagai tempat penugasan dan kedinasan,” terang Laksma TNI Agus Karminto.

Kadisbekal juga mengharapkan, dari segi penatausahaan BMN, agar pelaksanaan rekonsiliasi Transfer Keluar Transfer Masuk (TKTM) yang masih terdapat perbedaan selisih pada Satuan Kerja (Satker) yang membidangi hal ini, agar segera melaksanakan pengecekan dengan satuan atas dengan tujuan dapat menghasilkan nilai toleransi selisih yang wajar.

Rakernis Pembekalan dan BMN diikuti 68 peserta dari berbagai Satker/Kotama di lingkungan TNI Angkatan Laut dengan mengambil tema “Melalui Rakernis Bekal dan BMN TNI AL TA 2019 Kita Wujudkan Pembekalan Yang Tepat Jenis, Tepat Jumlah, Tepat Waktu, Tepat Tempat dan Tepat Mutu Untuk Mendukung Tugas-Tugas TNI Angkatan Laut”. (ARMAN R)

Berita Terkait