Selasa, 16 Juli 2019 | 11:29:57 WIB

50 Ribu Warga DKI Jakarta Ikut Uji Coba MRT

Senin, 18 Maret 2019 | 10:05 WIB
50 Ribu Warga DKI Jakarta Ikut Uji Coba MRT

Ribuan warga Jakarta mengikuti uji coba publik pengoperasian MRT (Mass Rapid Transit) fase I koridor Lebak Bulus - Bundaran HI di Jakarta, Selasa (12/3/2019). (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta memutuskan menambah kuota penumpang yang bisa mengkuti program uji coba angkutan massal moda raya terpadu (MRT).

Sebelumnya, jumlah penumpang yang dapat menaiki MRT dalam program uji coba ialah 28.800 penumpang per hari. Kuota itu ditambah sebanyak 21.200 penumpang sehingga menjadi 50 ribu penumpang per hari.

"Kuota di sistem pendaftaran sudah dinaikkan dari 28.800 penumpang/hari menjadi kuota 50 ribu penumpang/hari," kata Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin kepada awak media, Minggu, 17 Maret 2019.

Jumlah tersebut berlaku bagi uji coba mulai 18 Maret hingga 22 Maret. Penambahan kuota ini dilakukan karena tingginya antusiasme pendaftar uji coba MRT. PT MRT Jakarta menerapkan uji coba sehingga masyarakat umum dapat menaiki MRT secara gratis dengan mendaftarkan diri terlebih dulu di situs www.ayocobamrt.com.

Pendaftaran dibuka sejak 5 Maret dan uji coba dilakukan sejak 12 Maret. Uji coba ditargetkan selesai pada 24 Maret dengan target penumpang yang mengikuti uji coba sebanyak 285.600 penumpang.

Langkah PT MRT Jakarta menambah kuota penumpang mendapat apresiasi dari DPRD DKI Jakarta. Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali mengatakan, antusiasme penumpang untuk menggunakan angkutan massal menjadi sinyal positif MRT dapat membawa perubahan pola transportasi masyarakat.

"Ini cukup bagus ya. Artinya, masyarakat telah berminat menggunakan angkutan umum khususnya angkutan massal. Ini menjadi salah satu hal yang dapat menjadi sinyal bagi pemerintah harus sesegera mungkin menerapkan integrasi angkutan umum," ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD DKI itu berharap MRT dapat menjadi tonggak kemunculan angkutan massal berstandar internasional yang menjadi dambaan masyarakat. "Semoga nantinya masyarakat bisa beralih ke angkutan massal," tegasnya.

Tepat waktu

Di tengah upaya uji coba MRT tersebut, hingga kini pengoperasian anggkutan massal itu masih terganjal tarif. Terkait dengan hal ini, Ashraf menjamin pembahasan tarif MRT dan kereta ringan (light rail transit /LRT) akan selesai tepat sebelum kedua moda itu beroperasi. Kedua moda angkutan massal itu direncanakan beroperasi akhir bulan ini.

Menurut Ashraf, pembahasan tarif tidak memerlukan waktu yang lama. Namun, dirinya beserta anggota Komisi B dan Komisi C lainnya sedang menunggu rekomendasi simulasi tarif dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna membahas tarif.

"Insya Allah cepat. Kami dari Golkar pasti akan menyetujui asal kajiannya sudah ada. Tapi sampai sekarang kajian detailnya belum diberikan oleh eksekutif," katanya.

Ashraf yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar menyebut pihaknya masih belum mendapatkan rekomendasi serta kajian simulasi tarif dan nilai subsidi atau public service obligation (PSO) dari eksekutif.

Menurutnya, kajian tersebut diperlukan agar pihaknya bisa memperkirakan persetujuan biaya PSO serta tarif bagi MRT dan LRT.

Menurut Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Mualif, pembahasan tarif MRT dan LRT akan dilakukan pekan ini. "Waktunya minggu depan ini. Jadwalnya Selasa, 19 Maret 2019," kata Mualif.

Mualif mengatakan, dalam rapat tersebut pihaknya akan membahas simulasi serta kajian tarif yang disusun Pemprov DKI.

MEDCOM

Berita Terkait