Kamis, 22 Agustus 2019 | 18:47:55 WIB

Rupiah Akan Berada di Level Rp14.200/USD

Senin, 18 Maret 2019 | 10:38 WIB
Rupiah Akan Berada di Level Rp14.200/USD

Petugas bank sedang menghitung pecahan uang rupiah di kantor BNI Jakarta. (FOTO: MI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pelemahan indeks dolar diprediksi akan mengangkat gerak kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di samping dari surplusnya neraca perdagangan.

"Rupiah kemungkinan menguat seiring pelemahan dolar, serta surplusnya data neraca perdagangan Januari sebesar USD330 juta akan membuat rupiah kemungkinan menguat ke level Rp14.200-Rp14.250 per USD," ujar Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail, dalam hasil risetnya, Senin, 18 Maret 2019.

Indeks dolar diperkirakan melemah ke level 96,0-96,5 terhadap hampir semua mata uang kuat utama dunia.

Hal tersebut didorong oleh melemahnya data Industrial Production Index (IPI) menjadi 0,1 persen (mom) di Februari dibandingkan konsensus sebesar 0,2 persen.

Rendahnya pertumbuhan IPI menunjukkan pelemahan yang semakin jelas terhadap ekonomi AS di triwulan pertama 2019.

Sementara itu poundsterling meningkat terhadap dolar setelah parlemen Inggris memutuskan untuk menolak proposal no-deal dalam proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar USD329,5 juta pada Februari 2019. Surplus disebabkan ekspor yang tercatat sebesar USD12,53 miliar, sedangkan impornya sebesar USD12,2 miliar.

Pencapaian bulan kedua ini lebih baik jika dibandingkan dengan neraca perdagangan Januari 2019 yang defisit sebesar USD1,16 miliar. Bahkan pada Februari tahun lalu, neraca perdagangan juga defisit USD120 juta.

Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, terjadi pada komoditas nikel, tembaga, seng, karet dan sawit. Sementara itu, beberapa komoditas yang mengalami penurunan yaitu minyak kernel dan batu bara.

Kinerja perdagangan pada bulan-bulan selanjutnya diharapkan bisa meneruskan tren positif pada Februari kemarin. Apalagi surplus terjadi setelah sebelumnya neraca perdagangan selalu mencatatkan defisit sejak Oktober tahun lalu.

Sayangnya, neraca perdagangan Januari hingga Februari 2019 masih mengalami defisit USD734 juta. Jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, defisit neraca perdagangan masih lebih baik karena sebelumnya defisit sebesar USD808,9 juta.

MEDCOM

Berita Terkait