Rabu, 24 April 2019 | 21:30:04 WIB

Ma'ruf dan Sandi Dianggap Mengedepankan Program

Senin, 18 Maret 2019 | 10:45 WIB
Ma'ruf dan Sandi Dianggap Mengedepankan Program

Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Maret 2019, berlangsung seru. Debat yang menampilkan hanya kedua Cawapres tersebut bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan. (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengapresiasi penampilan dua kandidat calon wakil presiden di arena debat ketiga MInggu malam, 17 Maret 2019. Ma'ruf Amin maupun Sandiaga Uno jelas menyampaikan program kerja.

"Saya lihat dua-duanya memilih mengatakan apa yang ingin dikerjakan. Masyarakat juga sebetulnya tidak suka konfrontasi yang terlalu tajam," kata Anggota BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said, usai debat di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu, 17 Maret 2019.

Sudirman melihat ada yang berbeda dari debat dua cawapres semalam. Kedua kandidat tampak beradu gagasan dan program yang ingin ditawarkan terkait tema yang diperdebatkan. Namun, tak menutup ruang keduanya saling kritik.

"Debat bisa juga digunakan sarana untuk menjelaskan apa yang mau dilakukan. Bahwa kebetulan nanti bertumbukan ya itu soal lain," ucap Sudirman.

Sudirman menjelaskan ada perbedaan mencolok dari penampilan Ma'ruf Amin dengan Joko Widodo. Di dua debat sebelumnya, Jokowi lebih agresif dan berapi-api. Namun, sikap itu tak ditunjukanMa'ruf Amin.

"Saya kira Pak Maruf mungkin berganti strategi ya. Tapi kita apresiasi dua-duanya menjaga suasana dengan baik," ucap dia.

Debat ketiga dilaksanakan Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Debat yang diikuti masing-masing cawapres ini membahas tema pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, sosial, dan budaya.

Setiap cawapres mendapat waktu empat menit memaparkan visi misi di segmen pertama. Pada debat sebelumnya, waktu pemaparan visi misi hanya dibatasi tiga menit. Penambahan serupa diberikan pada segmen penutup.

Debat ketiga kembali melibatkan sejumlah panelis. Beberapa panelis berasal dari kalangan akademisi sejumlah kampus yakni Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Syiah Kuala (Aceh), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

MEDCOM

Berita Terkait