Selasa, 16 Juli 2019 | 11:34:25 WIB

Dukacita Presiden untuk Korban Banjir Sentani

Senin, 18 Maret 2019 | 15:13 WIB
Dukacita Presiden untuk Korban Banjir Sentani

Banjir bandang yang melanda wilayah Sentani, Jayapura, Papua, menyebabkan sejumlah kerusakan. Akibatnya, sedikitnya empat ribu warga mengungsi di sejumlah posko pengungsian, Senin, 18 Maret 2019. (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Presiden Joko Widodo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban banjir bandang di Sentani, Papua. Banjir bandang di Sentani menewaskan setidaknya 58 orang.

Ucapan duka cita itu disampaikan Jokowi lewat akun Twitter pribadinya @jokowi pada Senin pagi, 18 Maret 2019. Dalam cuitannya, Jokowi mengunggah sketsa burung cendrawasih di dalam peta Papua dengan berlatar hitam.

"Duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban banjir bandang di Sentani, Papua," cuit Jokowi.

Ia melanjutkan, saat ini proses evakuasi terus dilakukan. Pihak-pihak terkait juga sudah diterjunkan untuk penanganan pascabencana.

"Saat ini sementara proses evakuasi para korban dilakukan, penanganan bencana banjir langsung dikerjakan oleh tim gabungan Kementerian PUPR, BNPB dan BPBD, TNI, Polri, relawan, dan warga setempat," kata dia.

Banjir bandang di Sentani akibat hujan yang berlangsung terus menerus selama delapan jam. BNPB mencatat setidaknya hingga Minggu, 17 Maret 2019 pukul 15.00 WIB, 58 orang tewas.

Sebanyak 39 jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Papua, tujuh jenazah di RS Marthin Indey, dan lima jenazah di RS Yowari. Sedangkan tujuh jenazah lainnya berada di rumah sakit di Kota Jayapura.

Adapun korban luka-luka sebanyak 74 orang dirujuk ke PKM Sentani, RS Bhayangkari, dan RS Yowari. Sementara itu, 4.150 warga mengungsi ke enam titik yakni Kompleks Gajah Mada, Rumah Bupati Jayapura, Bintang Timur, HIS Sentani, Kantor Bupati Jayapura, dan Doyo.

Sebelumnya, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla memastikan penanganan bencana di Sentani dan Jayapura terus berjalan. Tanggap darurat bencana sudah berlaku setelah daerah tersebut diterjang bencana pada Sabtu, 16 Maret 2019.

"Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) menangani itu. Untuk penanganan bencana begitu sudah ada aturannya," ujar JK usai menghadiri acara Silahturahmi Kebangsaan di Hotel Horison, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu 17 Maret 2019.

Pemerintah pusat turun tangan guna menangani banjir bandang dan longsor. Terutama untuk membantu operasi BPBD dalam penanganan bencana dan mengevakusi korban.

"Tentu tergantung besaran korban nanti akan dibantu pemerintah apabila memang bencana besar seperti itu," sambungnya.

Banjir bandang dan longsor menerjang Kabupaten Jayapura, Papua, pada Sabtu, 16 Maret 2019/ Bencana ini menewaskan 50 jiwa.

Dugaan penyebab banjir bandang tersebut adalah kultur tanah dan maraknya pemukiman warga Sentani di sekitar cekungan, sehingga berdampak pada arus air.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban jiwa dan hilang. Sebab, ada dugaan korban jiwa akan bertambah.

MEDCOM

Berita Terkait