Senin, 22 Juli 2019 | 17:08:12 WIB

Tim Prabowo Mengakui Istilah Sedekah Putih Keliru

Senin, 18 Maret 2019 | 15:28 WIB
Tim Prabowo Mengakui Istilah Sedekah Putih Keliru

Jubir TKN Dahnil Anzar Simanjuntak menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengakui istilah 'Sedekah Putih' yang dilontarkan cawapres 02 keliru. Istilah yang digagas untuk mengatasi masalah stunting telah diganti karena ditolak Prabowo.

"Beliau (Prabowo) tidak ingin menempatkan masyarakat dalam posisi tangan di bawah. Beliau ingin ada partisipasi, semuanya partisipatif atau gotong royong, makanya beliau minta diganti dengan menggunakan istilah gerakan," kata juru bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak di Posko Media Center BPN, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Pusat, Senin, 18 Maret 2019.

Menurut Dahnil, program sedekah putih merupakan nomenklatur lama yang telah diganti dengan nama Gerakan Emas (emak-emak dan anak minum susu). Program pemberian protein yang melibatkan bukan saja pemerintah, tetapi juga masyakarat.

"Jadi kita ingin masyarakat mampu jangan sampai enggak peduli dengan kesediaan nutrisi para tetangganya. Kita ingin partisipasi dari publik," ujar Dahnil.

Program pemberian protein bukan hanya setelah seorang ibu melahirkan seperti yang dilontarkan Ma'ruf Amin. Pemberian protein dilakukan sebelum bayi lahir. Asupan protein tak cukup hanya dari susu.

"Makanya didukung ketika hamil diberi nutrisi dan protein yang cukup melalui program emas ini. Bukan hanya susu, tetapi juga telur kacang hijau yang mengandung protein, nanti bisa diprogram Kemensos, di satu sisi di Kemendikbud," beber dia.

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyentil program gerakan nasional 'Sedekah Putih' Sandi untuk mencegah stunting. Program tersebut dinilai mengacaukan masyarakat.

"Istilah sedekah putih bisa mengacaukan masyarakat. Isu sedekah putih itu ditangkap oleh banyak pihak memberikan sedekah susu setelah anak itu selesai disusukan ibunya," ujar Ma'ruf dalam debat di Hotel Sultan Jakarta, Minggu malam, 17 Maret 2019.

Ma'ruf menjelaskan stunting atau kekurangan gizi kronis bisa terjadi pada seribu hari pertama sejak anak di kandungan sampai disusui pertama kali. Stunting bisa dicegah melalui asupan yang cukup dan melalui sanitasi dan air bersih, serta susu ibu selama dua tahun.

"Terutama, susu ibu keluar pada saat melahirkan dalam dunia kedokteran dikenal kolostrum. Dua tahun sempurna tidak lagi berpengaruh mencegah stunting tidak bisa diatasi setelah dua tahun," ujar Ma'ruf.

MEDCOM

Berita Terkait