Minggu, 22 September 2019 | 15:59:12 WIB

Menolak Intervensi Imprealisme Amerika Serikat Terhadap Venezuela

Selasa, 19 Maret 2019 | 02:50 WIB
Menolak Intervensi Imprealisme Amerika Serikat Terhadap Venezuela

Foto AULIYA/LINDO

TERNATE, LINDO - Puluhan mahasiswa dari organisasi Pembebasan, Central Gerakan Mahasiswa Untuk Demokrasi (CGMD) dan individu Pro-Demokras, yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Indonesia Untuk Venezuela melakukan aksi kampanya sekalian menjahit solidaritas kepada organisasi dan induvidu Yang lain di beberapa kampus yakni Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP), Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) dan Universitas Khairun Ternate (UNKHAIR) Ternate, untuk bergabung agar sama-sama bersolidaritas bicara soal rakyat Venezuela dan Hentikan Intervensi Imperialis Amerika Serikat terhadap Venezuela, aksi yang di mulai sekita pukul 10:30 Wit, kemari senin 18/03/2019.

Masa aksi sekita 20 orang yang bersolidaritas untuk rayakat venezuela melakukan aksi kompanye dengan tuntutan 1. Menentang intervensi amerika serikat di venuzuela, 2. Menuntut agar Amerika Serikat segara menghentikan blokade dan perang ekonomi di venuzuela, 3. Menyerukan kepada media massa indonesia agar tidak turut menyerbarkan berita bohong (fakenews) yang di prapagandakan secara masif dan sistematis oleh korporasi media massa imprealisme, 4. Mendukung rakyat venuzuela yang bertahan melawan interfensi amerika serikat dan sabutadi oposisi kanan, 5. Mendesak pemerintah republik indonesia agar berposisi menolak interfensi amerika serikat di venuzuela dan mendukung pemerintahan maduro untuk mengatasi krisis politik secara demokratis dan beradab Dan 6. Mengajak rakyat indonesia untuk peduli dan bersolidaritas terhadap perjuangan venuzuela melawan interfensi imprealisme amerika serikat dan seterusnya.

Fasmi koordinator aksi menyoroti tentang Amerika Serikat tidak boleh intervensi venezuela karena akan menghancurkan stabilitas keutuhan Negara Venezuela Dan bangun partai alternatif untuk demokrasi rakyat.

 

Venezuela saat ini lagi Pertahankan Revolusi Bolivaria, Revolusi Bolivaria telah berlangsung di Venezuela selama dua dekade, Sejak Hugo Chávez menjadi presiden pada 1999 hingga kini dilanjutkan penerusnya yang dipilih rakyat secara demokratis, Nicolás Maduro. Selama dua dekade itu pula berbagai perubahan mendasar dilakukan Pemerintah Bolivaria Venezuela demi memperbaiki kondisi ekonomi dan sosial rakyat Venezuela, serta demi terwujudnya masyarakat yang adil, setara, bermartabat, serta demokratis, ungkapnya.

Salah satu masa aksi Fandi juga menjelaskan Aneka kebijakan dan perubahan dalam Revolusi Bolivaria itu bukan tanpa biaya. Pemerintah Bolivaria mendedikasikan 75% anggaran belanja nasionalnya untuk investasi sosial dan mensubsidi kebutuhan rakyat. Mayoritas anggaran itu mereka dapatkan dari hasil produksi dan penjualan minyak bumi, kekayaan alam utama Venezuela, yang dikelola perusahaan minyak negara (PDVSA).

 

Fandi juga menambakan bahwa anjloknya harga minyak di venezuela akibat dari persekongkolan Arab Saudi dan Amerika Serikat serta blokade ekonomi sejak 2015, membuat pemerintah dan rakyat Venezuela hidup dalam keadaan yang sulit. Pemerintah kesulitan mengimpor bahan pokok, peralatan medis, serta obat-obatan. Sehingga kelangkaan dan kekurangan bahan-bahan pokok itu menimbulkan penjarahan di beberapa tempat serta keresahan dan kekecewaan rakyat pada pemerintah.

Kondisi tersebut dimanfaatkan dan digambarkan kelompok oposisi yang terdiri dari kapitalis dan oligarki dalam negeri serta korporasi media massa Barat sebagai “krisis kemanusiaan”. Setelah berbagai kerusuhan, provokasi, dan pembunuhan oleh Guarimbas perusuh jalanan yang secara rahasia dilatih dan dipersenjatai oposisi terhadap orang-orang berlatar belakang kelas pekerja dan kulit berwarna, Juan Guaido dari oposisi mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara seketika negara-negara imperialis dan beberapa negara Amerika Latin yang berada di bawah pengaruh Amerika Serikat mengakui Guaido sebagai presiden venezuela.

Di balik kedok demokrasi Dan hak asasi manusia (HAM) Guaido dan Amerika Serikat  terus meluncurkan serangan untuk memukul mundur Revolusi Bollivaria bahkan Guaido pada grup lima dan Amerika Serikat pada dewan keamanan PBB mengajukan proposan agar prsoalan venezuela di selesaikan dengan cara intervensi militer cara tersebut sangat berbahaya karena akan membuat rakyat Venezuela semakin menderita akibat perang, tujuan dari semua itu adalah mengulingkan pemerintahan Bollivaria,  sehingga kapitalisme dapat menjara dan mengontrol kekayaan alam Venezuela secara langsung mengembalikan hegomoni as di venezuela Dan membenamkan capaian-capaian positif revolusi ballivaria ungkapnya fandi.

Intinya kami terus menjahit solidaritas Sebesar-besarnya untuk menyeroti persoalnan krisis ekonomi, politik Dan krisis kemanusiaan di venezuela, bahkan kami akan terus menyuarakan persoalan venozuela ini di pablik agar pemerintahan Indonesia juga turut bersolidaritas Dan stopkan intervensi imprealisme Amerika Serikat terhadap Venezuela tegasnya koordinator aksi

AULIYA M. DJAE

Berita Terkait