Rabu, 24 April 2019 | 22:00:18 WIB

Menag Bungkam Soal Uang Sitaan KPK

Kamis, 21 Maret 2019 | 08:14 WIB
Menag Bungkam Soal Uang Sitaan KPK

Menteri Agama Lukma Hakim Saifuddin dalam Musyawarah Kerja Nasional III Partai Persatuan Pembangunan. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

BOGOR, LINDO - Menteri Agama (Menag) Lukman Saifuddin irit bicara soal uang ratusan juta yang disita Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dari ruang kerjanya. Ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang dijalankan lembaga antirasuah itu.

"Begini saya kan selalu mengatakan saya secara etis tidak layak, tidak patut, tidak pantas kalau menyampaikan hal-hal yang bisa terkait dengan materi perkara yang dimungkinkan terkait materi perkara sebelum saya menyampaikan secara resmi ke KPK," kata Lukman di Hotel Seruni, Bogor, Jawa Barat, Rabu 20 Maret 2019.

Lukman sangat menghormati KPK dalam membongkar kasus yang menjerat mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy tersebut. Ia enggan melangkahi penyelidikan terkait asal muasal uang ratusan juta tersebut.

"Pada saatnya nanti setelah saya menyampaikan secara resmi kepada KPK, saya akan sampaikan kepada media," ujar Lukman.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang ratusan juta dalam pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat dari ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Uang itu diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) yang menjerat eks Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy (Romi).

"Kami sita dari ruangan Menteri Agama sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan dollar dengan nilai seratusan juta rupiah," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 18 Maret 2019.

Selain uang, penyidik juga menyita sejumlah dokumen penting dari ruang kerja Lukman Hakim, Sekjen Kemenag Nur Kholis Setiawan, dan ruang Kepala Biro Kepegawaian. Salah satunya, dokumen terkait proses seleksi kepegawaian di Kemenag.

"Diamankan juga dokumen-dokumen terkait hukuman disiplin yang diberikan kepada salah satu tersangka HRS (Haris Hasanuddin) yang kemudian dipilih sebagai kepala Kanwil (Kantor Wilayah Kementerian Agama) di Jawa Timur," ujarnya.

MEDCOM

Berita Terkait