Rabu, 24 April 2019 | 22:00:21 WIB

Petinggi Standard Chartered Mangkir dari Panggilan KPK

Kamis, 21 Maret 2019 | 08:38 WIB
Petinggi Standard Chartered Mangkir dari Panggilan KPK

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (FOTO: MI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Head of Global Corporates Standard Chartered Bank cabang Jakarta, Marshall Gunarso mangkir panggilan penyidi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Marshall sedianya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka pemilik PT Borneo Lumbung Energy and Metal Tbk, Samin Tan.

"Belum diperoleh informasi alasan ketidakhadiran saksi," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.

Penyidik segera mendjadwal ulang pemeriksaan petinggi Standard Chartered Bank tersebut. Marshall diminta kooperatif dan menghormati proses hukum yang berjalan di KPK.

Bos PT BLEM, Samin Tan ditetapkan sebagai tersangka baru kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. Samin Tan diduga telah menyuap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih.

Suap diberikan agar Eni membantu proses pengurusan terminasi kontrak perjanjian karya usaha pertambangan batubara (PKP2B) PT AKT di Kementerian ESDM. Diduga, PT BLEM milik Samin Tan telah mengakuisisi PT ATK.

Eni Maulani Saragih pun akhirnya menyanggupi permintaan itu dan memengaruhi pihak Kementerian ESDM, termasuk menggunakan forum rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian ESDM. Di mana posisi Eni Maulani Saragih sebagai anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR RI.

Dalam proses penyelesaian itu, Eni Maulani Saragih diduga meminta sejumlah uang kepada Samin Tan untuk keperluan Pilkada suaminya, Muhammad Al Khadziq di Kabupaten Temanggung. Pemberian itu terjadi dalam dua tahap melalui staf Samin Tan dan tanaga ahli Eni Maulani Saragih.

Pertama, pada 1 Juni 2018 sebanyak Rp4 miliar dan pemberian kedua terjadi pada 22 Juni 2018 sebanyak Rp1 miliar. Total suap yang diterima Eni Maulani Saragih dari Samin Tan sebanyak Rp5 miliar.

MEDCOM

Berita Terkait