Selasa, 16 Juli 2019 | 11:32:06 WIB

KPK 'Gadungan' Peras Tersangka Suap Kemenag

Kamis, 21 Maret 2019 | 08:38 WIB
KPK 'Gadungan' Peras Tersangka Suap Kemenag

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjawab pertanyaan wartawan di Gedung KPK Jakarta. (FOTO: JPNW/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima informasi adanya 'KPK gadungan' yang mendatangi kediaman tersangka Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi. 'KPK gadungan' itu bahkan memeras keluarga Muafaq Wirahadi.

"Penyidik bertemu dengan pihak keluarga Muafaq, KPK menjelaskan hak-hak tersangka dan menerima Informasi dari pihak keluarga bahwa ada bebrapa pihak yang kami indikasikan adalah 'KPK gadungan' yang datang ke rumah dan meminta uang," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.

Febri mengimbau kepada para pihak yang diperas oleh 'KPK gadungan' untuk segera melapor ke pihak kepolisin terdekat. Para korban juga bisa menghubungi KPK di Call Center 198.

Lembaga Antirasuah juga mengingatkan kepada semua pihak tidak yang menyalahgunakan situasi untuk memeras atau melakukan penipuan. Menurut Febri, pihaknya telah berkerjasama dengan Polri secara intensif untuk menangkap 'KPK gadungan'.

Tim penyidik KPK hari ini menggeledah Kantor Kemenag Gresik. Dokumen terkait kepegawaian dan seleksi jabatan disita dari lokasi penggeledahan tersebut.

KPK telah mengantongi nama pejabat Kemenag yang terlibat dalam suap tersebut. Petinggi Kemenag Pusat itu diduga ikut membantu Ketua Umum PPP Romahuziy (Romi) mempengaruhi hasil seleksi jabatan‎ Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur.

Untuk mendalami dugaan itu, ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin dan Sekjen Kemenag Nur Kholis Setiawan digeledah. Dari ruangan itu, penyidik menyita sejumlah dokumen penting terkait kepegawaian.

Penyidik bahkan menyita uang ratusan juta dalam bentuk rupiah dan dollar Amerika dari ruang kerja Lukman Hakim. Saat ini, uang itu disita dan dijadikan bukti adanya praktik jual beli jabatan di Kemenag.

Romi ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ); dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS). Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan di Kemenag untuk kedua penyuap tersebut.

Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan di Kemenag untuk kedua orang tersebut. Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga menghubungi Romi untuk mengurus proses seleksi jabatan di Kemenag.

Atas perbuatannya, Romi selaku penerima suap disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan, Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin selaku pemberi suap dijerat dengan pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Terhadap Muafaq, KPK mengenakan Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

MEDCOM

Berita Terkait