Rabu, 24 April 2019 | 21:26:34 WIB

KPK Menghormati Pengadilan Tipikor Vonis Lucas 7 Tahun

Kamis, 21 Maret 2019 | 08:43 WIB
KPK Menghormati Pengadilan Tipikor Vonis Lucas 7 Tahun

Advokat Lucas menghadapi sidang vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghormati putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang menjatuhkan vonis 7 tahun penjara dan denda Rp600 juta kepada advokat Lucas. Pertimbangan majelis hakim dalam memvonis Lucas dinilai tepat.

"Terutama untuk pertimbangan-pertimbangan hakim yang menerima argumentasi dan bukti yang diajukan KPK," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.

Upaya hukum lain atau banding masih dipertimbangkan KPK selama tujuh hari ke depan. Keputusan banding akan ditentukan pimpinan KPK setelah jaksa penuntut menyampaikan analis atas vonis tersebut.

"Namun, jika pihak terdakwa banding, KPK memastikan akan menghadapi," ujarnya.

Lembaga Antirasuah berharap vonis Lucas bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak berupaya menghalangi atau menghambat penanganan perkara yang dilakukan lembaga penegak hukum. KPK tak segan menjerat pihak yang mencoba merintangi proses penyidikan

"Imbauan ini kami harap dipahami terkait semua perkara agar tidak perlu ada lagi advokat, pejabat ataupun pihak swasta yang terjerat Pasal 21 tersebut," pungkasnya.

Lucas divonis 7 tahun penjara dan denda Rp600 juta subsider enam bulan kurungan. Lucas dinilai terbukti merintangi penyidikan suap pada panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, mantan bos Lippo Group Eddy Sindoro.

Lucas juga terbukti terlibat dalam pelarian Eddy Sindoro. Lucas terbukti melanggar pasal 21 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

MEDCOM

Berita Terkait