Rabu, 24 April 2019 | 21:29:46 WIB

Hasil Survei Litbang Kompas Jadi Cambuk Timses Jokowi

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:04 WIB
Hasil Survei Litbang Kompas Jadi Cambuk Timses Jokowi

Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Aria Bima. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Aria Bima mengatakan hasil sigi sejumlah lembaga survei selalu menjadi catatan tim sukses petahana. Termasuk, jajak pendapat terakhir yang dipublikasi Litbang Kompas.

Menurut Aria, posisi Jokowi-Ma'ruf yang masih unggul di survei Litbang Kompas tak boleh membuat tim pemenangan terlena. Namun, temuan adanya penurunan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf versi Litbang Kompas tak boleh membuat patah semangat.

"Justru jadi cambuk buat TKN," kata Aria di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Maret 2019.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan seluruh kekuatan harus terus bergerak. Kekuatan mesin partai dan relawan harus bisa menyatu untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Sosialisasi keberhasilan pemerintah juga harus terus digenjot.

"Ditambah kekuatan tokoh masyarakat yang menjelaskan visi misi, program, bahwa pemerintah ini lebih baik dari paslon 02 (Prabowo Subianto-Sandiaga Uno)," ujarnya.

Bagi Aria, hasil jajak pendapat masih sangat mungkin berubah. Ia pun meyakini elektabilitas Jokowi-Ma'ruf terus meningkat hingga masa pencoblosan. Aria optimistis angka 60 persen suara bisa diraih petahana di Pilpres kali ini. "Minimal 58,8 persen."

Survei terbaru yang dilakukan Litbang Kompas pada 22 Februari 2019 - 5 Maret 2019 menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf menurun. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 49,7 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen dan 13,4 persen responden menyatakan rahasia.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak melalui pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error sekitar 2,2 persen.

Peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan menuliskan, jarak elektabilitas kedua pasangan calon semakin menyempit, 11,8 persen. Padahal, pada survei Litbang Kompas sebelumnya, Oktober 2018, perolehan suara keduanya masih berjarak 19,9 persen.

Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 52,6 persen, Prabowo-Sandiaga 32,7 persen, dan 14,7 responden menyatakan rahasia.

MEDCOM

Berita Terkait