Selasa, 16 Juli 2019 | 11:34:34 WIB

Ma'ruf Yakin Elektabilitasnya Masih Unggul 20 Persen

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:08 WIB
Ma'ruf Yakin Elektabilitasnya Masih Unggul 20 Persen

Cawapres nomor urut 01 Maruf Amin. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

BALIKPAPAN, LINDO - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin merespons hasil survei Litbang Kompas tentang elektabilitas kandidat Pilpres 2019. Ia membandingkan survei itu dengan hasil sigi Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

"Survei kan banyak kalau SMRC itu bedanya 26 (persen), itu kan 58 (persen) sana (Prabowo-Sandiaga) cuma 31 (persen) dan Kompas ya 11 (persen)," ujar Kiai Ma'ruf di Balikpapan, Rabu malam 20 Maret 2019.

Ma'ruf tak menyalahkan salah satu survei, ia lebih menginginkan penilaian yang berimbang antar dua lembaga survei. Selisih di SMRC yakni 26 persen, sementara di litbang Kompas, selisih 11,8 persen.

Karena adanya perbedaan itu, lanjutnya, selelisih survei itu diambil jalan tengahnya saja, yaitu sekitar 20 persen.

"Sekarang kita ambil tengah aja, sekitar 20 (persen) kan. Jadi ada 26 persen, 20 persen, ada 11 persen. Sementara ini kita ambil yang tengah aja," beber Ma'ruf.

Sebanyak 20 persen selisih, kata dia, menjadi dasar bagi Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Tim Kampanye Daerah (TKD), untuk berbenah. Mereka diminta memperbesar kemenangan di wilayah kerja masing-masing.

"Sayap-sayap (relawan) itu juga, di bawah banyak sayap. Ini relawan sayap ini juga diefektifkan," ucapnya.

Survei terbaru yang dilakukan Litbang Kompas pada 22 Februari 2019 - 5 Maret 2019 menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf menurun. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 49,7 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen dan 13,4 persen responden menyatakan rahasia.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak melalui pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error sekitar 2,2 persen.

Peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan menuliskan, jarak elektabilitas kedua pasangan calon semakin menyempit, 11,8 persen. Padahal, pada survei Litbang Kompas sebelumnya, Oktober 2018, perolehan suara keduanya masih berjarak 19,9 persen.

Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 52,6 persen, Prabowo-Sandiaga 32,7 persen, dan 14,7 responden menyatakan rahasia.

MEDCOM

Berita Terkait