Rabu, 24 April 2019 | 21:24:37 WIB

Doa Bersama untuk Peringati Seminggu Penembakan Selandia Baru

Jum'at, 22 Maret 2019 | 09:50 WIB
Doa Bersama untuk Peringati Seminggu Penembakan Selandia Baru

Warga Selandia Baru tak henti-hentinya memberikan penghormatan untuk korban penembakan di masjid. (FOTO: AFP/LINDO)

CHRISTCHURCH, LINDO - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern akan menghadiri upacara doa bersama memperingati satu minggu penembakan di masjid Christchurch. Penembakan itu telah menewaskan 50 orang.

Ribuan orang diperkirakan akan berkumpul di taman di seberang masjid Christchurch pada pukul 1.30 siang waktu setempat, di mana pembunuhan terjadi. Doa bersama ini dilakukan satu hari setelah Selandia Baru melarang peredaran senapan serbu dan semi otomatis.

Fokus peringatan Jumat ini adalah Hagley Park, yang terletak di seberang masjid Al Noor Christchurch. Masjid itu merupakan yang pertama dari dua rumah ibadah yang diserang dalam serangan siaran langsung yang memicu kejijikan global.

Polisi dan pedagang telah bekerja secara intensif dengan harapan memperbaiki interior masjid yang penuh bekas luka dan percikan darah menjelang salat subuh.

PM Ardern akan bergabung dengan para penyintas, keluarga korban, penduduk setempat, dan sukarelawan yang telah berbondong-bondong ke kota Zuhr di selatan yang hancur.

Polisi bersenjata lengkap telah menjaga masjid di sekitar Selandia Baru sejak serangan itu. Polisi mengatakan akan meningkatkan penjagaan pada Jumat untuk meyakinkan keamanan bagi mereka yang menghadiri doa mingguan.

Nyala lilin terus berlanjut hingga Kamis malam di seluruh negeri, sementara pejabat pemerintah bekerja sepanjang malam untuk mempersiapkan masjid dan mayat almarhum untuk pemakaman massal yang diharapkan setelah shalat.

“Semua mayat dimandikan. Kami selesai sekitar 1.30 pagi ini. Itu tugas kami. Setelah kami selesai ada banyak emosi, orang-orang menangis dan berpelukan,” kata seorang pemandi jenazah di Christchurch yang memberikan namanya sebagai Mo, seperti dikutip AFP, Jumat, 22 Maret 2019.

Surat kabar di seluruh negeri memberikan peringatan satu halaman penuh dengan nama-nama korban, dan seruan untuk berkabung nasional.

"Panggilan untuk berdoa… dalam kesatuan ada kekuatan," kata Selandia Baru Herald di halaman depan.

Penembakan di dua masjid Christchurch disebut oleh PM Ardern sebagai tindakan terorisme. Seorang warga Australia yang menjadi pelaku penembakan divonis penjara seumur hidup.

MEDCOM

Berita Terkait