Rabu, 11 Desember 2019 | 22:08:55 WIB

Aplikator Ojek Daring Diminta Tidak Serakah

Senin, 25 Maret 2019 | 13:45 WIB
Aplikator Ojek Daring Diminta Tidak Serakah

Ilustrasi - Ojek online. (FOTO: MERDEKA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Analis kebijakan transportasi Azas Tigor Nainggolan mengimbau aplikator sebagai pengembang aplikasi ojek daring tidak tamak. Kesejahteraan pengemudi Grab dan Go-Jek dinilai harus diutamakan.

"Aplikator jangan rakus. Meskipun keuntungan maksimal boleh 20 persen, (seharusnya) 10 persen juga cukup," kata Azas kepadaMedcom.id, Senin, 25 Maret 2019.

Dia mengkritisi cara pengambilan untung aplikator pada pengemudi selama ini. Pendapatan pengemudi selalu dipotong per pesanan. Sementara itu, aplikator berlomba-lomba menarik minat pengguna dengan menggencarkan harga promo.

"Seharusnya seperti orang mengontrak (rumah). Biayanya per bulan atau per suatu periode, bukan per order. Itu kan merugikan pengemudi," imbuh Ketua Forum Warga Kota Jakarta itu.

Dengan adanya ketentuan tarif baru, Azas mengimbau aplikator untuk taat menjalankan peraturan tersebut. Bahkan, Azas mengimbau pemerintah membuat peraturan baru untuk mengawasi aplikator.

"Misalnya kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membuat regulasi yang mengawasi pelaksanaan aplikator," kata dia.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengumumkan tarif resmi ojek daring terbaru. Penentuan tarif ditentukan berdasarkan tiga zona. Zona pertama adalah Sumatera, Jawa, dan Bali. Zona kedua meliputi Jabodetabek. Zona ketiga mencakup Kalimantan dan Sulawesi.

Tarif meliputi biaya jasa minimal, yaitu biaya yang dibayarkan penumpang untuk jarak tempuh paling jauh empat kilometer. Selain itu, ada pula biaya jasa batas bawah dan atas adalah biaya minimum dan maksimum yang dikenakan pada penumpang per satu kilometer selanjutnya.

Untuk zona I, biaya jasa minimal berkisar antara Rp7 ribu sampai Rp10 ribu. Biaya jasa batas bawahnya sebesar Rp1.850 dan biaya jasa batas atas Rp2.300.

Untuk zona II, biaya jasa minimal sebesar Rp8 ribu sampai Rp10 ribu. Biaya jasa batas bawah sebesar Rp2 ribu dan biaya jasa batas atas sebesar Rp2.500.

Sementara itu, untuk zona III, biaya jasa minimal adalah Rp7 ribu sampai Rp10 ribu. Biaya jasa batas bawah sebesar Rp2.100 dan biaya jasa batas atas sebesar Rp2.600.

MEDCOM

Berita Terkait