Senin, 18 November 2019 | 23:47:15 WIB

Hoax Dan Golput Jadi Pembahasaan Diskusi IPNU-IPPNU Jakarta Barat

Senin, 25 Maret 2019 | 16:49 WIB
Hoax Dan Golput Jadi Pembahasaan Diskusi IPNU-IPPNU Jakarta Barat

(FOTO : IPNU/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pemilu setiap tahunnya memiliki tantangan tersendiri. Hoax dan Golongan Putih (Golput) yang sebenarnya sudah ada dari dahulu, namun pada tahun 2019 menjadi fokus masalah yang sering disorot oleh publik.

Untuk itu, pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Jakarta Barat (Jakbar) sebagai organisasi yang bergerak di kalangan pelajar dan mahasiswa turut andil dalam pencegahan bahaya isu tersebut dengan mengadakan diskusi pada Minggu (24/3). di Ruang Serbaguna Masjid Raya KH. Hasyim Asy'ari dengan tema "Masyarakat dan Generasi Muda Menyambut Pemilu 2019 dalam Bingkai Semangat Anti Golput" acara ini dihadiri oleh perwakilan para pelajar SMA kelas XII dan mahasiswa dari berbagai Kampus di Jakarta.

Saryono Noto, S.Kom.,M.I.Kom, salah satu narasumber acara Diskusi tersebut mengatakan, tantangan hoax pada pemilu tahun 2019 ini harus dilawan bersama, terutama para pelajar dan mahasiswa sebagai pemilih pemula harus faham bagaimana aturan yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Utama (KPU) agar tidak mudah termakan berita hoax apalagi sampai ikut menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya.

Sedangkan Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakbar Ahmad Zubaidillah, S.Pd.I., M.M., yang juga sebagai salah satu pembicara ini berpendapat, berita-berita yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya, dapat merusak asas pemilu itu sendiri, sehingga para pelajar juga harus berperan aktif dalam menangkal isu-isu yang belum pasti kebenarannya dimulai dari kalangan teman-teman sesama pelajar dan mahasiswa.

Peserta yang merupakan pemilih pemula dalam diskusi ini sangat antusias dan menanyakan beberapa pertanyaan terkait dengan sistem pemilu pada tahun ini. Diantara mereka ada yang menanyakan mengapa di zaman yang sudah canggih ini sistem pemilihan masih dilakukan dengan cara manual tidak menggunakan elektronik agar lebih memudahkan pemilihan.

Hal tersebut langsung ditanggapi oleh Sunardi, S.E.,M.M selaku Komisioner KPU DKI Jakarta. Menurutnya pengambilan suara dengan cara datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan langsung memilih dengan cara mencoblos surat suara adalah sistem yang paling aman.

Karena kata Sunardi, jika dengan sistem elektronik voting akan menyebabkan rawannya sistem yang bisa dihack, dan untuk menjaga agar pemilihan ini tetap jujur dan adil, maka di Indonesia masih mempertahankan sistem ini.

Menurutnya, dengan sistem pencoblosan secara langsung seperti ini, masyarakat juga bisa berperan aktif dalam memantau jalanya pemilihan dan mengawal sura masyarakat secara langsung.

“Dengan semakin dekatnya hari pemilihan diharapkan pengetahuan seperti ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama dikalangan generasi muda sebagai generasi penerus bangsa, agar bijak dalam menanggapi isu-isu yang berkembang. Yang terpenting lagi adalah bagaimana para generasi muda ini bisa menyabut pemilu 2019 dengan damai tanpa adanya hoax, dan semangat untuk anti golput,” ujarnya.

Acara ini diakhiri dengan deklarasi menolak penyebaran hoax dan semangat menyambut pemilu anti golput oleh seluruh peserta. (ARMAN R)

Berita Terkait