Rabu, 19 Juni 2019 | 06:19:29 WIB

Indonesia Jadi Ketua DK PBB Mei Mendatang

Jum'at, 29 Maret 2019 | 06:15 WIB
Indonesia Jadi Ketua DK PBB Mei Mendatang

Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian Ruddyard. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Indonesia berkesempatan untuk menjabat sebagai presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Mei 2019. Dalam kesempatan ini, Indonesia akan mengambil tema peace keeping.

"Kepemimpinan Indonesia di DK PBB akan berlangsung selama sebulan. Ada beberapa langkah, namun kita memilih tema mengenai penjaga perdamaian," kata Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian Ruddyard, di Jakarta, Kamis 28 Maret 2019.

Dalam kepemimpinan Indonesia ini akan ada berbagai kegiatan, salah satunya debat terbuka mengenai operasi penjaga perdamaian. Febri menuturkan kegiatan itu adalah inti dari kepemimpinan Indonesia nanti.

Selain itu, akan ada pula debat terbuka mengenai perlindungan warga sipil dari konflik. Debat terbuka ini rencananya akan dilakukan pada 23 Mei 2019.

Debat terbuka mengenai perlindungan warga sipil dsri konflik ini diselenggarakan dalam rangka 20 tahun proteksi sipil dan 70 tahun UNOCHA.

"Yang ketiga, akan ada formula informal discussion yang membahas mengenai pemukiman ilegal di Palestina oleh Israel," imbuh Febri.

Sebagai penutup kepemimpinan RI, akan diadakan resepsi kepemimpinan. Indonesia akan menambahkan pertunjukkan budaya dalam resepsi ini.

"Kita sekalian promosi budaya kita di sana. Nanti rencananya akan ada tarian saman gayo dari Aceh," jelasnya.

Kepemimpinan Indonesia di DK PBB akan berlangsung selama sebulan penuh pada Mei mendatang. Kemungkinan setiap anggota DK PBB bisa mendapat dua kali kesempatan menjadi presiden DK PBB.

"Untuk kesempatan kedua kita, kemungkinan Desember 2020. Indonesia rencananya akan membawa isu mengenai pencegahan terorisme," pungkasnya.

Indonesia akan menjalani peran sebagai anggota tidak tetap DK PBB selama dua tahun, mulai 1 Januari 2019 hingga 31 Desember 2020.

Selain Indonesia, ada empat negara anggota PBB lainnya yang juga memulai keanggotaan DK PBB di periode yang sama. Negara-negara tersebut adalah Afrika Selatan, Belgia, Republik Dominika dan Jerman.

Menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB bukanlah hal baru baru Indonesia. Sebelumnya Indonesia pernah menduduki posisi ini pada periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

Pada saat pemilihan anggota DK PBB oleh seluruh negara anggota PBB Juni 2018 lalu, Indonesia mendapat dukungan 144 suara dari 193 negara anggota PBB.

MEDCOM

Berita Terkait