Jumat, 26 April 2019 | 17:17:33 WIB

Penahanan Bos Perusahaan Alat Medis Diperpanjang

Jum'at, 29 Maret 2019 | 07:14 WIB
Penahanan Bos Perusahaan Alat Medis Diperpanjang

Juru bicara KPK Febri Diansyah. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahan Direktur Utama PT Cahaya Prima Cemerlang, Fredy Lumban Tobing. Masa penahanan bos perusahaan alat medis itu diperpanjang selama 40 hari ke depan.

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari dimulai tanggal 1 April 2019 sampai dengan 10 Mei 2019 terhadap FLT," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 28 Maret 2019.

Fredy ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaankorupsi terkait pengadanaan regent dan cunsumable penanganan virus flu burung dengan menggunakan APBN-P Bina Pelayanan Medik Dasar di Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan tahun anggaran 2007.

Fredy diduga menyalahgunakan wewenangnya sebagai petinggi PT CPC dalam proyek tersebut. Penetapan tersangka terhadap Fredy dilakukan KPK pada 2015.

Fredy disangka menggunakan jaringannya di Kemenkes agar bisa membantunya memenangkan tender proyek pengadaan alkes flu burung pada 2007. Fredy juga diuntungkan dari kasus ini.

Perkara itu merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya yang menjerat mantan Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Ratna Dewi Umar. Dalam dakwaan Ratna itu, disebutkan PT CPC mendapat keuntungan sebesar Rp 10,861 miliar dari proyek tersebut dari total nilai kontrak Rp 29,39 miliar.

Fredy disebut ikut mengatur spesifikasi alat kesehatan dalam TOR sehingga spesifikasi alat kesehatan telah mengarah kepada sejumlah produk dari PT CPC selaku subdistributor dari PT Elo Karsa Utama (PT EKU).

MEDCOM

Berita Terkait