Kamis, 22 Agustus 2019 | 19:16:44 WIB

Empat Juta Warga Jatim Terancam Tak Bisa Memilih

Jum'at, 5 April 2019 | 03:58 WIB
Empat Juta Warga Jatim Terancam Tak Bisa Memilih

Ilustrasi - Posko penyempurnaan data Pemilu 2019. (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Jutaan warga di Jawa Timur terancam kehilangan hak memilih. Mereka yang berusia 17 tahun dan sudah atau pernah kawin hingga saat ini belum memiliki kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP-el).

"Provinsi Jawa Timur, jumlah penduduk yang belum memiliki KTP-el ataupun melakukan perekaman berjumlah sekitar 4 juta orang," kata Koordinator Subkomisi Penegakan HAM atau Komisioner Pemantau dan Penyelidikan Amiruddin dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis, 4 April 2019.

Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah pemilih terbesar kedua pada Pemilu 2019. Jumlah pemilih di Jawa Timur yang terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) sekitar 30.478.938 orang.

Potensi hilangnya hak memilih juga terjadi di Kalimantan Tengah dan Banten. Mereka belum memiliki KTP-el.

Di Kalimantan Tengah, baru 79 persen penduduk berusia 17 tahun atau sudah kawin memiliki KTP-el atau sudah melakukan perekaman. Sedangkan total pemilih yang ada di dalam DPT 1.753.224 orang.

"Diperkirakan sampai menjelang 17 April 2019, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil baru menyelesaikan 85 persen proses perekaman KTP-el," ucap dia.

Selain itu, ada 637 pemilih di Banten terancam kehilangan hak memilih. Mereka belum melakukan perekaman KTP.

Padahal, kata dia, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menjelaskan pemilih adalah warga negara Indonesia yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, sudah kawin atau pernah kawin.

"Syarat administrasi kewajiban memilih hanya (sudah berusia) 17 tahun," kata dia.

MEDCOM
 

Berita Terkait