Rabu, 26 Juni 2019 | 01:18:42 WIB

Kardus 'Bau Amis' Milik Kader Golkar Dibongkar KPK

Jum'at, 5 April 2019 | 04:55 WIB
Kardus 'Bau Amis' Milik Kader Golkar Dibongkar KPK

Juru bicara KPK Febri Diansyah. (FOTO: MERDEKA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kardus keempat dari 82 kardus dan 2 box kontainer berisi amplop yang disita dari Anggota Komisi VI DPR RI, Bowo Sidik Pangarso. Diduga uang itu bagian suap yang diterima Bowo dari sejumlah perusahaan.

"Perkembangan penghitungan uang di amplop, sampai siang ini, tim mulai masuk pada kardus keempat‎," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 5 April 2019.

Febri mengatakan total uang yang ada dalam tiga kardus amplop sebelumnya senilai Rp300 juta. Uang itu didapat dari 15 ribu amplop yang disimpan dalam tiga kardus tersebut.

"Sejauh ini telah dibuka 15 ribu amplop. Uang dalam amplop (yang sudah dibuka) berjumlah Rp300 juta," pungkasnya.

Bowo bersama Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (PT HTK), Asty Winasti dan pejabat PT Inersia, Indung ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kerjasama pengangkutan pupuk milik PT Pupuk Indonesia Logistik dengan PT HTK. Bowo dan Idung sebagai penerima sedangkan Asty pemberi suap.

Bowo diduga meminta fee dari PT HTK atas biaya angkut. Total fee yang diterima Bowo USD2 permetric ton. Diduga telah terjadi enam kali menerima fee di sejumlah tempat seperti rumah sakit, hotel dan kantor PT HTK sejumlah Rp221 juta dan USD85,130.

Bowo dan Indung selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Asty selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

MEDCOM

Berita Terkait