Selasa, 21 Mei 2019 | 02:04:48 WIB

Staf Pribadi Minta Uang untuk Keperluan Imam Nahrawi

Jum'at, 5 April 2019 | 05:02 WIB
Staf Pribadi Minta Uang untuk Keperluan Imam Nahrawi

Sidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa suap pejabat Kemenpora. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Staf pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, disebut sempat beberapa kali meminta uang ke sejumlah pihak. Uang itu disebut untuk keperluan menteri.

Hal tersebut diungkapkan oleh mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kemenpora, Supriyono saat bersaksi untuk terdakwa mantan Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy. Supriyono mengaku Miftahul menyuruhnya mencarikan uang.

"Kalau ada buka (puasa) bersama yang sifatnya sama menteri ada tagihan disuruh bayar, ada makan di mana buka puasa pernah, beberapa kali," kata Supriyono di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 4 April 2019.

Supriyono menyebut permintaan untuk memenuhi fasilitas kebutuhan pribadi menteri bukan tugasnya selaku bendahara. Namun, karena itu merupakan perintah atasan, ia tidak berani menolak.

"Tidak, tapi perintah pimpinan," ujarnya singkat.

Dalam persidangan, Supriyono juga mengaku pernah diminta oleh Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana untuk membelikan mobil Toyota Fortuner. Supriyono lantas meminjam uang milik KONI untuk memenuhi permintaan Mulyana.

Dalam dakwan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Johny E Awuy, Mift‎ahul Ulum, memiliki peran cukup besar dalam mempercepat pencairan dana hibah Kemenpora untuk KONI.

Miftahul Ulum disebut sebagai orang yang mengatur besaran fee dari KONI untuk pejabat Kemenpora. Dia juga disebut berperan dalam proses percepatan pencairan dana terkait proposal dukungan KONI Pusat dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun kegiatan 2018.

Miftahul Ulum berperan mengarahkan Ending Fuad untuk memerintahkan Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Pusat, Suradi, mencatat nama-nama pejabat Kemenpora yang akan mendapat dana komitmen fee.

MEDCOM

Berita Terkait