Rabu, 26 Juni 2019 | 01:32:03 WIB

Banyak Hoaks via WhatsApp Jelang Pemilu, Begini Cara Lapornya

Jum'at, 5 April 2019 | 05:14 WIB
Banyak Hoaks via WhatsApp Jelang Pemilu, Begini Cara Lapornya

Aplikasi Facebook dan WhatsApp. (FOTO: MI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Indonesia sangat sering ditemui misinformasi atau hoakds dalam beragam bentuk. Hal ini tentu sangat meresahkan, namun sebagian besar pengguna yang menemukannya kerap bingung melaporkannya.

Kini pihak WhatsApp sebagai layanan yang paling banyak digunakan untuk menyebarkan hoaks menyatakan telah menggandeng organisasi pemeriksa fakta MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) dan ICT Watch.

MAFINDO dan ICT Watch dipercaya menyediakan saluran telepon yang akan menerima setiap laporan mengenai hoaks atau misinformasi yang beredar di WhatsApp.

"Kami meminta seluruh pengguna WhatsApp untuk melaporkan hoaks ke nomor +62 855-7467-6701, sehingga kami dapat melakukan verifikasi dan menambahkannya ke arsip pendataan kami," tutur Direktur MAFINDO, Harry Sufehmi. Masyarakat dapat mengirimkan teks, foto, video, atau audio yang memiliki potensi misinformasi.

"Kami senang dapat bekerja sama dengan MAFINDO dan ICT Watch untuk membantu mereka mempelajari dan memberantas misinformasi. Kami mendorong para pengguna untuk berpartisipasi dalam upaya menanggulangi hoaks, baik sebelum maupun sesudah pemilihan umum," tulis pihak WhatsApp dalam pernyataannya.

Selain itu pihak WhatsApp juga mendukung edukasi tentang misinformasi atau hoaks melalui program pelatihan Literasi Digital di 10 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta. Bekerja sama dengan komunitas kreatif untuk mengembangkan stiker-stiker unik yang menyuarakan tentang misinformai di WhatsApp.

Pihak WhatsApp menyampaikan bahwa tantangan dari misinformasi atau hoaks yang viral membutuhkan kolaborasi antara perusahaan teknologi dan masyarakat. Upaya ini akan berkontribusi untuk menjaga keamanan selama pemilihan umum dengan memastikan bahwa misinformasi tidak akan terdistribusi.

"Hal ini dibangun atas komitmen WhatsApp, termasuk upaya kami mengurangi jumlah pesan yang dapat diteruskan hingga maksimal lima kali, yang ternyata dapat mengurangi 25 persen distribusi pesan terusan di WhatsApp," tulis pihak WhatsApp

"Kami menyambut komitmen WhatsApp untuk tidak hanya mengatasi misinformasi menjelang pemilihan umum, tetapi juga menyelenggarakan program pelatihan dan interaksi yang kreatif melalui stiker untuk membantu masyarakat Indonesia dalam jangka panjang," tutur Program Coordinator ICT Watch, Indriyanto Banyumurti.

Pihak WhatsApp diketahui telah membangun komitmen kemitraan ini sejak menjelang pemilihan umum, termasuk kampanye untuk membangun kesadaran publik yang diluncurkan bulan lalu melalui iklan di radio, media online, dan di fasilitas umum.

MEDCOM

Berita Terkait