Rabu, 19 Juni 2019 | 06:52:14 WIB

Yusril Punya Bukti Rizieq Shihab Berdusta

Jum'at, 5 April 2019 | 05:39 WIB
Yusril Punya Bukti Rizieq Shihab Berdusta

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra saat menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta. (FOTO: REPUBLIKA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Partai Bulan Bintang (PBB) optimistis apa yang dikatakan Yusril Ihza Mahendra dalam program salah satu ditelevisi swasta pada 14 Februari 2019, benar. Saat itu, Yusril mengatakan jika pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ragu dengan keislaman calon presiden Prabowo Subianto.

Belakangan, Rizieq juga mengunggah video bantahan pernah berkata demikian. Video itu dia unggah pada 1 April 2019 di kanal Front TV melalui saluran media sosial Youtube.

Enggan berpolemik panjang, Ketua Bidang Pemenangan PBB Sukmo Harsono mengatakan punya bukti kuat jika pernyataan Yusril valid. Sukmo mengatakan PBB masih menyimpan bukti tangkapan layar percakapan Whatsapp antara Yusril dengan Rizieq.

"Inti dari percakapan itu, Habib Rizieq mengaku dilematis jika wapres yang dipilih Prabowo Subianto bukan dari kalangan ulama. Rizieq juga sempat meragukan keislaman Prabowo," kata Sukmo saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 4 April 2019.

Sukmo menyayangkan sikap Rizieq yang justru menuding Yusril berbohong. Apalagi tudingan itu dilontarkan jelang pencoblosan.

"Dengan demikian apa yang disebut Pak Yusril dalam video benar adanya. Dan apa yang disebut Habib Rizieq di Front TV adalah dusta," tutur Sukmo.

PBB menyayangkan Rizieq mengungkit video Yusril pada pembicaraannya 1 April lalu. Rizieq dinilai mem-framing seolah-olah Yusril yang salah.

"Yang jadi pertanyaan adalah video diskusi Habib Rizieq dari pandangan Pak Yusril mengenai Prabowo, kenapa baru diungkap 1 April oleh Rizieq? Kan penetapannya sudah selesai dan sudah masuk masa kampanye," tutur Sukmo.

Framing dalam percakapan Rizieq juga dinilai menyerang PBB di masa kampanye. Padahal, kata Sukmo, tuduhan itu sama sekali tidak mendasar.

"Kemudian di dalam video itu jelas secara nyata beliau (Rizieq) menyerang PBB. Apalagi PBB bagian dari rencana kecurangan pemilu, bahkan menyerang Pak Jokowi dengan kata Pembohong," ucap Sukmo.

Konteks percakapan

Ia kemudian menjelaskan kembali konteks percakapan antara Yusril dan Rizieq. Menurutnya, percakapan itu terjadi pada November 2018. Saat itu, sejumlah ulama mempertanyakan sikap Prabowo yang tak mengikuti rekomendasi Ijtima I agar memilih calon wakil presiden dari kalangan ulama.
 
Sukmo menerangkan, diskusi antara Yusril dengan Rizieq dilakukan setelah ijtima ulama pertama. Sehingga, lanjutnya, konteks ucapan Yusril dalam video yang disebut Rizieq adalah dalam rangka memilih siapa yang akan dipilih dalam Ijtima II.

"Di situlah terjadi percakapan kalau Pak Jokowi seperti apa Pak Prabowo seperti apa. Jadi, ini merupakan percakapan sebelum penetapan pasangan capres-cawapres. Bahkan, sebelum ijtima kedua. Wajar kan karena di situ masih ada diskusi-diskusi si A bagaimana dan si B bagaimana," ujar Sukmo.

MEDCOM

Berita Terkait