Rabu, 26 Juni 2019 | 01:18:17 WIB

JICA Investasi Rp12,5 Triliun untuk Proyek Infrastruktur Indonesia

Jum'at, 5 April 2019 | 06:49 WIB
JICA Investasi Rp12,5 Triliun untuk Proyek Infrastruktur Indonesia

Sestama Bappenas-Gellwynn Jusuf (kanan) dan Chief Representative JICA Indonesia Office-Shinichi Yamanaka (kiri). (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Badan Kerja Sama Internasional Jepang atau Japan International Cooperation Agency (JICA) menyiapkan anggaran sebanyak Rp12,5 triliun untuk membantu membangun beberapa proyek infrastruktur Indonesia. Investasi tersebut dikucurkan JICA untuk proyek pembangunan infrastuktur RI di tahun ini.

"Kurang lebih sekitar Rp12,5 triliun. Itu pagu untuk semua (proyek pembangunan infrastruktur RI) di tahun ini," kata Chief Representative JICA Indonesia Office, Shinichi Yamanaka, di kantor Bappenas, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 4 April 2019.

Shinichi bilang, dana tersebut akan digelontorkan JICA untuk proyek pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase II hingga rehabilitasi provinsi Sulawesi Tenggara (Sulteng). Diketahui, untuk pembangunan MRT Jakarta Fase II menelan biaya sebanyak Rp22,5 triliun.

Menurut Shinichi, pihaknya akan terus mendukung pembangunan proyek MRT yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kampung Bandan sepanjang 8,5 kilometer itu.

"Secara finansial, JICA memberikan dukungan. Nanti juga kontraktor dan konsultasi yang terlibat dalam proyek itu akan ada beberapa perusahaan-perusahaan Jepang, sama seperti (pembangunan) MRT Fase I," urai dia.

Meskipun, lanjutya, biaya pembangunan MRT Fase II masih belum pasti. Sebab, proyek tersebut masih dalam tahap evaluasi.

"Kalau untuk fase II nanti kan sepenuhnya di bawah tanah, memang biaya yang dibutuhkan lebih banyak. Lagipula di daerah Kota Tua itu juga kan sudah crowded, sehingga memang butuh biaya yang lebih besar dari fase I," ungkap Shinichi.

Selain itu, JICA juga akan mendukung pembiayaan proyek pengembangan jalur MRT hingga Balaraja. "Itu juga ke depannya mungkin JICA akan ikut mendukung," tutur Shinichi.

Selain berpartisipasi dalam proyek pembangunan MRT Jakarta Fase II, JICA juga bakal ikut mendanai pembangunan Pelabuhan Patimban. Anggaran yang disiapkan JICA juga akan membantu pemerintah dalam membangun Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL) Jakarta.

"Jadi (Rp12,5 tiliun) itu untuk semuanya. Termasuk rehabilitasi Sulteng, karena JICA juga ikut terlibat," tutup Shinichi.

MEDCOM

Berita Terkait