Jumat, 26 April 2019 | 17:15:30 WIB

KPU Cek Keaslian Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Jum'at, 12 April 2019 | 13:56 WIB
KPU Cek Keaslian Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Komisioner KPU Ilham Saputra. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) bergerak cepat memastikan kebenaran video yang beredar terkait surat suara Pemilu 2019 tercoblos di Selangor, Malaysia. KPU akan memeriksa terlebih dahulu keaslian surat suara tersebut.

"Kami ke sana (Malaysia) untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi di sana. Kita harus tahu surat suara yang kemudian diduga sudah dicoblos terlebih dahulu itu surat suara apa. Kita harus mengetahui apakah betul surat suara yang digunakan itu surat suara yang dicetak oleh KPU," kata Komisioner KPU Ilham Saputra di Gedung KPU, Jakarta, Kamis, 11 April 2019.

Ilham mengatakan ada metode khusus untuk mengetahui apakah surat suara itu asli atau tidak. Namun sayangnya, Ilham enggan membeberkan secara detail metode tersebut.

"Ada kode khusus yang saya tak bisa sebutkan di sini. Ini hanya diketahui oleh beberapa orang di KPU," ujarnya.

Namun, jika ternyata surat suara tercoblos itu asli, KPU akan menelusuri surat suara itu diperuntukan bagi metode pemungutan suara yang mana. Apakah metode TPS Luar Negeri (TPS LN), metode pos, atau metode Kotak Suara Keliling (KSK).

"Kita ingin mengetahui siapa yang melakukan perbuatan ini. Apakah memang ada penyelenggara pemilu yang melakukan kegiatan ini dengan sengaja atau bagaimana. Nah, jika kita menemukan memang penyelenggara pemilu yang melakukan itu, tentu kita akan menindak sesuai peraturan perundang-undanganan yang berlaku," tuturnya.

Meski begitu, Ilham meminta semua pihak bersabar. Dia meminta semua pihak tak menarik simpulan terlalu dini sebelum fakta-fakta di lapangan terkumpul.

"Kita harus melihat masalah ini secara menyeluruh. Tak bisa dilihat kemudian tiba-tiba melakukan judgementatau menuduh bahwa betul ini adalah perbuatan PPLN. Atau kemudian betul bahwa ini adalah terstruktur dan masif. Kita tentu saja harus mencari fakta-fakta terdahulu," jelas Ilham.

MEDCOM

Berita Terkait