Selasa, 18 Juni 2019 | 04:12:30 WIB

Antisipasi Masa Tenang, Bawaslu Buru Gelar Apel Siaga

Jum'at, 12 April 2019 | 21:10 WIB
Antisipasi Masa Tenang, Bawaslu Buru Gelar Apel Siaga

Bawaslu Kabupaten Buru menggelar apel siaga patroli pengawasan masa tenang, Jumat (12/4/2019). (FOTO: AAM PURNAMA/LINDO)

NAMLEA, LINDO - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Buru pada Jumat (12/4/2019) menggelar apel siaga patroli pengawasan masa tenang dengan tema "Maluku Bergerak Lawan Politisasi Uang, Politisasi Sara, Ujaran Kebencian, Hoax, Pemilu 2019 Bersih dan Bermartabat".

Acara yang dipusatkan di Kantor Sekertaris Bawaslu Kabupaten Buru, itu di pimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Buru Fathi Haris Thalib, S. Sos, M. Pa, yang di dampingi oleh Kordinator Devisi HPP Amran Sakula, SH, Kordinator Devisi M Hamdani Jafar, SE, serta di hadiri Kordinator Sekretaris Bawaslu Kabupaten Buru, Kordinator Bendahara Bawaslu Kabupaten Buru serta staf Bawaslu Kabupaten Buru, Komusioner Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Buru, Sekertariat, staf Kecamatan, serta Panwaslu Desa se-Kabupaten Buru.

Ketua Bawaslu Kabupaten Buru Fathi Haris Thalib, dalam amanatnya membacakan sambutan Ketua Bawaslu pusat yang intinya menegaskan Apel patroli pengawasan anti politik uang pada masa tenang pemilihan umum anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 agar semua penyelenggara pemilu termasuk Bawaslu, Panawaslu agar terus menjalankan tugas dan kewajiban sebagai anak bangsa yang terpanggil untuk melayani negara dan rakyat Indonesia dalam menghadapi pemilu serentak ini.

"Ketua dan anggota Bawaslu Provinsi, Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, TNI/Polri, yang berkenaan mengambil bagian dalam kegiatan apel siaga patroli pengawasan masa tenang pemilihan umum tahun 2019 ini benar-benar menjadi garda yang terdepan dalam hal pengawasan," katanya.

Menurut dia, pemilihan umum adalah perayaan demokrasi yang patut dirayakan dengan penuh sukacita, damai, dan rasa kebanggaan sebagai sebuah bangsa yang beradab.

"Tinggal lima hari lagi kita akan memasuki puncak perayaan Pemilu 2019. Tepatnya pada tanggal 17 April seluruh anak bangsa yang berhak memilih akan menggunakan hak pilihnya. Pemilu kali ini merupakan pengalaman baru bagi kita, dimana untuk pertama kalinya dalam sejarah kepemiluan di Indonesia, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Anggota Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah akan dipilih secara serentak," tandasnya.

Aspek keserentakan dari pemilu kali ini, menurutnya menjadi ujian besar bagi Bawaslu sebagai Lembaga pengawas pemilu yang telah 11 tahun mendedikasikan dirinya menjaga hak pilih rakyat. Menyadari hal tersebut, maka selama berlangsungya tahapan pemilu tahun 2019 yang dimulai sejak 17 Agustus Tahun 2017.

"Kita telah melakukan berbagai upaya serius guna mengakselerasi kesiapan dan kematangan seluruh jajaran dalam menghadapi setiap tahapan pemilu, termasuk menyiapkan penyelenggaraan pengawasan masa tenang, hari pungut hitung dan rekapitulasi serta kesiapan penanganan pelanggaran dan potensi sengketa proses pemilu. Sebab tugas mengawasi pemilu adalah panggilan mulia yang harus kita tuntaskan dengan baik. Karena itu sudah sepatutnya pula kita meminta pertolongan Tuhan, agar kita dikuatkan dan dimampukan untuk menunaikan tugas dan panggilan ini dengan baik, hingga pada saatnya nanti seluruh jajaran Bawaslu dapat mempertanggung-jawabkan amanah ini dihadapan Tuhan dan Seluruh rakyat Indonesia," tuturnya.

Sebelum memasuki hari pemungutan dan penghitungan suara di tanggal 17 April, kata dia terlebih dahulu diperhadapkan dengan tugas mengawasi masa tenang yang dimulai dari tanggal 14 sampai dengan tanggal 16 April. masa ini merupakan salah satu fase krusial dalam pelaksanaan pemilu yang akan menguji integritas seluruh elemen bangsa termasuk didalamnya Bawaslu dan Peserta Pemilu.

"Berdasarkan pengalaman kita baik pada agenda pemilihan kepala daerah maupun agenda pemilu sebelumnya, masa tenang cenderung diwarnai dengan praktik-praktik kecurangan, baik itu politik uang, propaganda Isu Sara, Penyebaran berita bohong untuk saling menjatuhkan diantara sesama peserta," paparnya.

Bahkan kata dia, tak jarang terjadi benturan kekerasan antar massa pendukung peserta pemilu. praktik-praktik seperti itu tentu mengancam keutuhan bangsa. Salah satu persoalan klasik lainnya yang sering dihadapi di setiap penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan, yaitu kecenderungan peserta dan calon menggunakan segala cara untuk memenangkan kontestasi politik, termasuk melibatkan uang dalam jumlah yang tidak rasional untuk memengaruhi pilihan masyarakat pemilih.

"Politik uang jelas-jelas melecehkan kecerdasan pemilih, merusak tatanan demokrasi serta meruntuhkan harkat dan martabat kemanusiaan. Oleh karena itu, seluruh jajaran pengawas pemilu bersama-sama dengan masyarakat kita tolak dan lawan politik uang, demi pemilu yang bersih, berintegritas dan bermartabat," terangnya.

Hari ini seluruh Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota mulai dari sabang sampai merauke, dari pulau miangas sampai pula rote berdiri serentak sebagai tanda kesiapan untuk mengawasi tahapan puncak dalam pemilu tahun 2019. Selain bertujuan membunyikan alarm atas kesiapan pengawas dalam melakukan pencegahan, gerakan patroli pengawasan ini dapat dimaknai sebagai gerakan etik dan moral yang berbasis pada keyakinan bawaslu bahwa Indonesia sanggup mendemonstrasikan suatu keunggulan berdemokrasi pada basis karakter sejati anak bangsa yang beradab, cinta perdamaian, menjunjung tinggi semangat kekeluargaan, menghargai setiap perbedaan diantara sesama anak bangsa.

"Pada keyakinan itulah melalui patroli masa tenang, kita tidak sekadar melakukan pengawasan tetapi sekaligus menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia, sebab pemilu bukanlah sekadar kontestasi politik dan sirkulasi elit, namun lebih dari itu ia merupakan dialektika yang menempatkan anak bangsa sebagai subjek dalam ruang pemaknaan demokrasi yang nyata dan kontekstual, sehingga patroli masa tenang akan menjadi daya dorong bagi seluruh warga negara pemilik hak pilih yang sadar dan menjunjung tinggi akan hak dan kewajibannya, saling menghormati, saling menghargai, saling menyatukan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa, dan bernegara," urainya.

Pengawas pemilu di seluruh Indonesia yang saya banggakan, berkenaan dengan hal tersebut, atas nama Bawaslu Republik Indonesia, Ketua Bawaslu pusat menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Bawaslu di seluruh penjuru nusantara. Atas kerja keras dan usaha yang sungguh-sungguh untuk menunaikan panggilan mulia sebagai pengawal demokrasi.

"Mulai hari ini kita akan bergerak serempak di seluruh wilayah pengawasan, dan karena itu, Indeks Kerawanan Pemilu 2019 yang memuat hasil penilaian terhadap potensi pelanggaran dan kerawanan, menjadi instrument handal bagi kita dalam memproyeksikan langkah-langkah antisipatif terhadap praktik politik uang, propaganda isu Sara, Berita tidak benar serta ujaran kebencian serta potensi-potensi pelanggaran lainnya," tegasnya.

Ketua Bawaslu pusat berharap baik bawaslu Provinsi, kabupaten/kota, pengawas di tingkat kecamatan dan desa kelurahan agar membaca dan mempelajari dengan seksama setiap data yang tersaji dalam IKP 2019 untuk menuntun proses perencanaan strategi pencegahan dan pengawasan di wilayah masing-masing.

"Saya berharap baik bawaslu provinsi, kabupaten/kota, pengawas di tingkat kecamatan dan desa kelurahan agar membaca dan mempelajari dengan seksama setiap data yang tersaji dalam IKP 2019 untuk menuntun proses perencanaan strategi pencegahan dan pengawasan di wilayah masing-masing," tandas dia.

Selain itu, penting juga bagi personil tim patroli agar mengenali dan memahami karakteristik serta kecenderungan perilaku sosial kemasyarakan di wilayah patrolinya. Hal ini agar Pengawas mampu, beradaptasi dengan terutama untuk melakukan penetrasi strategi pengawasan yang tepat tanpa menciderai tatanan dan nilai sosial kemasyarakatan yang ada.

"Kepada seluruh personil tim patroli agar menghindari sikap-sikap arogansi saat menjalankan patroli pengawasan. Mengakhiri sambutan ini, saya mengucapkan Terimakasih dan rasa hormat kepada seluruh jajaran Pengawas Pemilu (Bawaslu Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Kelurahan serta Pengawas TPS) pada semua Tingkatan di Seluruh Indonesia serta jajaran Sekretariat yang telah mendukung kelancaran tugas-tugas pengawasan Pemilu yang tinggal 5 (lima) hari lagi akan memasuki Hari Pemungutan Suara. Semoga Tuhan yang maha esa, meridhoi kita dengan kesehatan dan kekuatan, kebijksanaan serta hati yang lapang agar kita dapat melaksanakan seluruh tugas dan tanggung jawab dalam agenda mensukseskan Pemilihan Umum Tahun 2019," terangnya.

Acara apel siaga patroli pengawasan masa tenang dilanjutkan dengan kegiatan pembacaan sambutan Bawaslu Republik Indonesia Kepada Forkompimda Kabupaten Buru, yang kemudian ditutup dengan kegiatan pawai seluruh peserta apel mengelilingi Kota Namlea, Kabupaten Buru sebagai lonceng Bawaslu Kabupaten Buru beserta jajaran siap melakukan pengawasan menjelang 17 April 2019 mendatang.

AAM PURNAMA

Berita Terkait