Senin, 22 Juli 2019 | 17:27:18 WIB

Lembaga Farmasi Angkatan Laut Dipercaya Sebagai Industri Farmasi Dalam Mengembangkan OST-D

Sabtu, 13 April 2019 | 22:09 WIB
Lembaga Farmasi Angkatan Laut Dipercaya Sebagai Industri Farmasi Dalam Mengembangkan OST-D

(FOTO : DISPENAL/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Lembaga Farmasi TNI Angkatan Laut (Lafial) Drs. Moch Kamal bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) dipercaya sebagai industri farmasi yang bisa membantu mengembangkan produksi sediaan cairan Nanoemulsi Vitamin D, yang rencananya dinamai OST-D, agar menjadi contoh nyata produk penelitian Fakultas Farmasi UGM yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Angkatan Laut (Kadiskesal) Laksma TNI dr. Nalendra, SpB, SpBTKV (K), saat membuka Workshop di Lafial, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat (Jakpus), baru-baru ini.

Dalam Workshop yang dilaksanakan selama 2 hari  yaitu 11 - 12 April 2019 itu, berhasil disepakati akan dilaksanakan trial produksi (scaling up) produk Nano emulsi Vitamin D pada 7 -8 Mei 2019 mendatang.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerahasiaan (NDA). Protokol trial produksi sendiri disepakati akan dibuat secara korespondensi atau melalui media grup WA.

Setelah tahap scaling up ini dilalui, diharapkan dapat segera dilanjutkan ke tahap registrasi atas nama Lafial yang bertindak selaku industri farmasi pendaftar. "Kita berharap proses register OST-D bisa lebih cepat dari biasanya, mengingat data analisis dan data uji stabilitas sudah dipenuhi.  Yang lama dalam proses registrasi produk Lafial selama ini adalah karena harus menunggu lengkap data uji stabilitas," harap Laksma TNI dr. Nalendra.

Sementara itu, Prof. dr. Madarina, SpA (K) dari FK UGM saat menyampaikan paparannya dalam  Workshop tersebut menyatakan, kebanyakan orang kurang peduli pada bahaya kekurangan Vitamin D, di era gaya hidup mager (malas gerak) kurang paparan sinar matahari.

“Ditambah lagi bila fungsi ginjal melemah, atau konsumsi makanan bervitamin D yang berkurang. Padahal banyak penyakit akibat rendahnya kadar (defisiensi) Vitamin D ini. Pada orang dewasa dapat menyebabkan tulang lunak (osteomalasia), termasuk nyeri tulang dan kelemahan otot. Sedangkan pada anak-anak dapat menyebabkan rakhitis, gejala tulang lunak dan masalah tulang yang bengkok (O atau X).

Scott Emulsion misalnya, adalah contoh sediaan cair emulsi di pasaran selama ini, yang di tiap 15 ml-nya hanya mengandung 85 IU. Padahal angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk Vitamin D adalah 400 IU (bayi) hingga 600-800 IU (dewasa) per hari. "Nah, OST-D Lafial-UGM ini dengan teknologi Nanopartikel-nya memungkinkan hanya dengan 1 tetes dapat membawa 200 IU vitamin D," ungkapnya. (ARMAN R)

 

Berita Terkait