Rabu, 22 Mei 2019 | 00:08:15 WIB

Aksi Komite Mahasiswa Selamatkan Bumi Manusia (KM-SBM) TERNATE, memperingati Hari bumi internasiinal

Selasa, 23 April 2019 | 00:17 WIB
Aksi Komite Mahasiswa Selamatkan Bumi Manusia (KM-SBM) TERNATE,  memperingati Hari bumi internasiinal

Foto AULIYA/LINDO

TERNATR, LINDO - Sejumlah mahasiswa dari berbagai organisasi dan individual pro-demokrasi yang tergabung di dalam Komite Mahasiswa Selamatkan Bumi Manusia (KM-SBM) TERNATE, yakni organisasi Pusat Perjuangan Mahasiswa Untuk Pembebasan Nasional (Pembebasan), Gerakan Bintang Utara (GBU), Central Gerakan Mahasiswa Untuk Demokrasi (CGMD), Solidaritas Untuk Perjuangan Rakyat (SUPER), Stady Lingkar Demokrasi (SOLID), Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSD), Komite Perjuangan International Women Day (KP-IWD) kemarin senin mengelar aksi memperingati Hari Bumi International di depan pasar barito kota ternate, aksi yang di mulai sekitar pukul 01:00 Wit, kemarin senin 22/04/2019

 

Sebagai mana di ketahui sejarah peringatan hari bumi (Earth Day) di selengarakan pertama Kali pada tanggal 22 April tahun 1970 di Amerika Serikat penggagasnya adalah Gaylord Nelson, seorang senator Amerika Serikat dari Wisconsin yang juga pengajar lingkungan hidup.

 

Hari bumi bukanlah sekedar momentum semata, bumi sebagai tempat kita berpijak kini tangah rapuh dan sekarat, sering kapitalisme yang beroperasi dengan eksploitasi akumulasi dan ekspansi membuat banyak pencemaran lingkungan dan kerusakan alam, bumi sedang berada dalam kondisi kemunduran, rupahnya bumi di tandai dengan semakin banyak bencana alam dan tingkah abnormal segala sesuatu yang berkaitan dengan bencana alam, pergerakan lempengan bumi yang semakin sering, hancurnya rotasi iklim dunia yang sedang terbentuk sejak jutaan tahun lalu, hingga air laut yang semakin meninggi dan menengelamkan tepian benua dan kota-kota besar yang Ada di pesisir, semua bentuk keanehan bumi itu jelas menunjukan bahwa bumi sudah semakin rentah.

 

Maka dari itu mahasiawa dari berbagai organisasi dan individual pro-demokrasi yang tergabung dalam Komite Mahasiswa Selamatkan Bumi Manusia (KM-SBM) TERNATE kembali mengelar aksi memperingati hari bumi yang tepatnya pada tanggal 22 April 2019.

 

Aksi yang berlagsung kurang lebih 4 (Empat) jam, dengan masah aksi sekitar 35 orang dengan atribut aksi spanduk bertulisan Komite Mahasiswa Selamatkan Bumi Manusia (KM-BSM) TERNATE, selamatkan manusia dan bumi dari ancaman kapitalisme dan pemerintah perusak lingkungan, dan poster bertulisan naiakn harga kopra Rp. 20.000/Kg, sahkan RUU penghapusan kekerasan seksual, lawan perampasan tanah rakyat, pendidikan gratis kesehatan gratis, tolak pembangunan pembangkit lintrik tenaga uap (PLTU) di maluku utara, hapus PP 78 tentang pengupahan, nasionalisasi aset vital dibawah kontrol rakyat secara kolektif, tegakan land reform tanah untuk rakyat, keluarkan Dosen cabul dari kampus, sita harta koruptor dan penjarakan pelaku pelanggar hak asasi manusia (HAM), tutup PT. RUM, hentikan tambang batu bara, hapus sistem kerja kontrak magang dan outsourcing, tolak DWI FUNGSI TNI, jadikan kampus sebagai tempat konsolidasi rakyat, cabut sistem DO scorsing UKT dan UU Sisdiknas serta hentikan penjualan Diktat, tutup Freeport dan segala pertambangan yang ada di papua, naikan upah buruh 100%, 6 (Enam) jam kerja untuk buruh, hak maternitas untuk buruh perempuan, tempat yang layak untuk PKL, tolak tambang dan sawit di maluku utara, stop intimidasi kriminalisasi dan penjarakan aktifis lingkungan, PEMKOT sediakan sarana pengangkutan barang jalan PKL, tolak reklamasi pantai di maluku utara, menolak diskriminasi rasial dan seks, bangun sistem pertanian yang pro lingkungan.

 

Intinya kami dari Komite Mahasiswa Selamatkan Bumi Manusia (KM-SBM) TERNATE, menyenlengarakan aski memperingati hari bumi guna menyampaikan berbagai persoalan yang kemudian terjadi di Negara kesatuan Repoblik Indinesia, Provinsi Maluku Utara, maupun Kabupaten terkait dengan kepentinagn pemerintah hanya berpihak terhadap pemodal, baik pemodal asing maupun pemodal lokoal, sehinga sumberdaya alam negri ini di kuras abis, lihat di berbagai daerah yang berada di Indonesia ini, baerbagai macam tambang yang di bangun sana sini akibat dari kerja sama pemerintah dengan imperalis kapitalis intetnasional dan kapitalis nasional, yang pada akhirnya pendidikan mahal, kesehatan mahal, lahan petani di rampas dan di gusur, kurangnya fasilitas untuk pedagang kaki lima (PKL), dan masih banyak lagi persoalna yang ada di negara ini, tegasnya koorlap aksi mailani.

 

Koorlap aksi Mailani juga menambahkan bahwa momentum Demokrasi lewat pemilihan umum yang di selengarakan pada tanggal 17 April 2019 kemarin, hayanlah demokrasi yang nantinya akan melahirkan pemimpin Negara yang tidak berpihak terhadap rakyat miskin, tapi hanya berpihak terhadap kaum-kaum pemodal yang akan bercokol di wilayah Provinsi Maluku Utara, guna menanamkan infeatasi untuk meguras habis sumber daya alam yang berada di wilaya Provinsi Maluku Utara ini. AULIYA M. DJAE

Berita Terkait