Rabu, 24 Juli 2019 | 14:18:42 WIB

Sultan Jailolo Tindaklanjuti Hasil Pertemuan dengan Masyarakat Enam Desa

Jum'at, 26 April 2019 | 13:21 WIB
Sultan Jailolo Tindaklanjuti Hasil Pertemuan dengan Masyarakat Enam Desa

Warga Enam Desa dari Kecamatan Jailolo Timur, Kabupaten Halmahera Barat saat berdialog dengan Sultan Jailolo Ahmad Sjah bersama permaisuri Kesultanan Jailolo, di Pendopo Kesultanan Jailolo, Halbar, Minggu (21/04/2019). (FOTO: ALDY/LINDO)

HALBAR, LINDO – Sultan Jailolo Ahmad Sjah mengatakan pertemuan dengan para tokoh masyarakat dan perwakilan warga enam desa dari Kecamatan Jailolo Timur, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), baru-baru ini telah ditindaklanjuti melalui surat resmi yang dilayangkan ke pusat menggunakan Forum Silaturahmi Kraton Nusantara (FSKN) yang ada di Jakarta.

“Sejak pertemuan dengan tokoh masyarakat dan perwakilan warga dari enam desa di kadatong baru-baru ini, sudah Ou tindaklanjuti. Ou sudah sarankan pada mereka agar urus satu persoalan dulu agar kalian bisa ikut pemilu 2019 ini di Kabupaten Halbar,” kata Ou panggilan akrab sang Raja Keraton Kesultanan Jailolo Ahmad Sjah, dalam sebuah pesan elektronik di Ternate, Kamis (24/04/2019).

Lebih lanjut Ou menegaskan sejak pertemuan pada Minggu (21/04/2019) yang lalu, ia langsung menginstruksikan pada jajarannya agar menyusun semua kronologis dalam sebuah surat untuk dikirim via FSKN agar bisa disampaikan ke Presiden Jokowi di Jakarta.

“Tanggal 24 April 2019 langsung kami eksen dan kami buat surat untuk kirim ke Jakarta melalui Ibu Sekjen FSKN. Rencana beliau yang akan bawa menghadap Bapak Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menkomaritim di jajaran pemerintahan presiden Jokowi. Jadi nanti kita tunggu hasil beritanya yang akan disampikan pada kita,” tandas Ou.

 Dalam kesempatan itu, Ou berharap sebelum batas waktu pemilu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), hal itu sudah bisa direalisasikan oleh pemerintah pusat.

“Jadi, Ou berharap sebelum batas waktu KPU, hal itu sudah bisa direalisasikan. Marilah sama-sama kita semua berdoa agar usaha ini bisa lancar,” pinta Ou.

Sebelumnya Jajaran Forum Enam Desa dan Masyarakat Adat Akelamokao, pada Minggu (21/4/2019) sore, bertemu dengan Sultan Jailolo untuk membahas soal kasus enam desa dan daftar pemilih tetap (DPT) yang ada di Desa Pasir Putih, Desa Bobaneigo, Desa Tetewang, Desa Akelamokao, Desa Gamsungi, dan Desa Dum-dum, Kecamatan Jailolo Timur, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.

Dalam pertemuan itu, forum enam desa dan masyarakat enam desa lebih mempertegas soal status enam desa yang hingga kini belum tuntas. Selain itu, mereka juga mempertanyakan soal hak jiwa pilih mereka yang selama ini tidak bisa disalurkan pada pemilihan anggota DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPRI RI, DPD RI dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019.

Padahal dalam amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2018, telah di akomodir bagi masyarakat enam desa untuk di ikutsertakan pada PSU tahun kemarin.

Namun di pemilihan serentak pada 17 April 2019 kemarin, masyarakat enam desa tidak lagi diberikan hak pilih, karena alasan Undang-undang, jadi hak pilih mereka sudah terdaftar di KPU Kabupaten Halut, sedangkan identitas domisili masyarakat enam desa seperti KTP dan KK saat ini berada di Kabupaten Halmahera Barat. (ALDY MADJIT)

Berita Terkait