Sabtu, 14 Desember 2019 | 04:01:52 WIB

Kolaborasi Yonif 741/GN Dan Koramil, 445 Liter Miras Gagal Diselundupkan

Rabu, 1 Mei 2019 | 16:30 WIB
Kolaborasi Yonif 741/GN Dan Koramil, 445 Liter Miras Gagal Diselundupkan

(FOTO : DISPENAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Prajurit Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 741/GN bersama Koramil 03/Insana Utara, berhasil menggagalkan penyelundupan Minumam Keras (miras) jenis Sofi sejumlah 445 liter, di Desa Hamusu Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU), Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

"Kejadian tersebut berawal pada Minggu (28/4) pukul 21.15 Wita, Komandan Kompi Tempur-1 (Dankipur-1) Lettu Inf Teguh Prasetyo S.T.Han., mendapat informasi dari masyarakat melalui pesan Whatsapp (WA), bahwa ada penurunan barang dari kapal laut angkut dari Kisar Ambon berupa barang Miras jenis Sofi, di Pelabuhan Wini," ungkap Dansatgas Yonif 741/GN, Mayor Inf Hendra Saputra, S.Sos.,M.M.,Pol.,di Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU), NTT, Selasa (30/4).

Kemudian, Lettu Inf Teguh Prasetyo memerintahkan Batih Kipur-1 Sertu Gede Bayuda, bersama Serda Saparwadi, Praka Komang Ardi Gunawan, Praka Adrianus Api dan anggota Satgas Pomad Pos Wini Praka Ketut Ari, meluncur ke Pelabuhan Wini untuk mengecek informasi tersebut. 

Sesampai di pelabuhan, prajurit memeriksa kapal laut angkut barang yang menyandar di Pelabuhan Wini. “Ternyata, Miras jenis Sofi tersebut telah diangkut menggunakan mobil jenis pick up putih dengan Nopol DH 8968 DD menuju rumah Ibu Veni yang tidak jauh dari pelabuhan,“ terang Mayor Inf Hendra Saputra.

Selain mengerahkan personel Satgas lanjut Hendra, personelnya juga berkoordinasi dengan Danramil 1618-03/Insana Utara, Kapten Cba Benni Simon untuk mendatangi rumah warga tersebut. 

“Setelah berkordinasi dengan pemilik rumah (Ibu Veni) membenarkan adanya penimbunan minuman keras jenis Sofi, yang berasal dari Ambon dititipkan di rumahnya. Atas temuan ini, Satgas memerintahkan kepada satuan bawah agar lebih intens melaksanakan kegiatan anjangsana dan pengawasan di wilayah binaan, agar penyeludupan barang ilegal dapat dicegah,” terang Hendra.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk tidak segan-segan melaporkan hal-hal yang mencurigakan, karena setiap informasi sangat penting dalam mengusut suatu kejadian. “Kita (Satgas) akan terus melakukan patroli ke tempat-tempat yang disinyalir terjadinya transaksi barang ilegal ini,” ujarnya. (ARMAN R)

Berita Terkait