Rabu, 24 Juli 2019 | 14:03:13 WIB

Tersandung Korupsi, Kantor Bupati Halbar Digeledah Tim Penyidik Kejati Malut

Kamis, 9 Mei 2019 | 03:06 WIB
Tersandung Korupsi, Kantor Bupati Halbar Digeledah Tim Penyidik Kejati Malut

Tim penyidik kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) memeriksa ruangan bagian umum dan keuagan kantor Bupati Kabupaten Halmahera Barat (Halbar). (FOTO: LEGALPOST/LINDO)

HALBAR, LINDO - Tim penyidik kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut), pada Rabu (8/5/2019) sekira pukul 10 WIT, menggeledah kantor Bupati Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) di bagian umum dan keuagan.

Pengeledahan kantor bupati tersebut terkait kasus mantan bendahara bagian umum dan perlengkapan Setda Halbar Rhamat, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi senilai Rp.1,6 miliar pada tahun 2015.

"Ada tim penyidik dari Kejati Malut menggeledah kantor Bupati Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) di bagian umum dan keuangan." kata Kasi Penkum Kejati Malut Apris Risman Ligua, kepada wartawan, Rabu (8/5/2019).

Ia juga menunturkan, tadi tim penyidik ke kantor Halbar ketemu langsung sama setda bahwa tim melakukan pengeledahan kemudian setda mengarahkan KSU dampingi untuk melakukan pengeledahan.

"Setelah melakukan pengeledahan dari tim penyidik,tim menemukan dokumen -dokemen, dokumen tersebut dijadikan sebagai bukti dalam kasus bendahara bagian umum," ucapnya.

Sekda Halbar Syahril Abdurajak, yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya pemeriksaan pihak Kejati Malut. Pemeriksaan terkait dengan permintaan data temuan BPK 2015.

"Pemeriksaan di kantor Bupati hari ini bukan soal kasus pinjaman tetapi apa data temuan BPK 2015," aku Syahril.

Sekedar diketahui mantan bendahara bagian umum dan perlengkapan setda Halabar Rhamad diduga menyelewengkan sisa uang pada kas pengeluaran senilai Rp.1,6 miliar dan uang tersebut tidak disetor ke kas Nagara malah digunakan untuk kepentingan pribadi ,sebagamana hasil audit Badan Pemeriksaan Keuagan (BPK) Perwakilan Malut tahun 2016.

LEGALPOST

Berita Terkait