Minggu, 22 September 2019 | 21:49:32 WIB

Menhan Buka Simposium Ancaman Perang Mindset Pada Era Keterbukaan Informasi

Kamis, 9 Mei 2019 | 19:10 WIB
Menhan Buka Simposium Ancaman Perang Mindset Pada Era Keterbukaan Informasi

(FOTO : PUSKOMPUBLIKKEMHAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Ditengah derasnya ancaman terhadap ideologi negara Pancasila, yang merupakan landasan fundamental kekuatan bangsa. Untuk menjaga tetap utuh dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta menjamin keselamatan bangsa dari berbagai tantangan dan ancaman yang masih akan terus berlangsung.

Untuk itu, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyelenggarakan Simposium dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pemahaman yang sama terhadap perang ancaman mindset yang dapat membahayakan eksistensi NKRI. Simposium dibuka secara langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu dengan tema “Ancaman Perang Mindset Dalam Era Keterbukaan Informasi”, di Gedung A.H. Nasution Kemhan, Jakarta, Rabu (8/5).

Menhan mengatakan, untuk menghadapi ancaman ideologi tersebut diperlukan adanya suatu konsep penanaman Wawasan Kebangsaan (Wasbang) yang kuat dan final kepada seluruh rakyat Indonesia. “Sehinnga rakyat tidak mudah dipengaruhi dan terprovokasi oleh pemikiran-pemikiran bersifat materialis yang hendak menghancurkan ideologi bangsa yaitu Pancasila,” terang Ryamizard Ryacudu.

Menurutnya, berbagai pernyataan dan pandangan dari tokoh sesepuh Tentara Nasional (TNI), terkait dengan tugas dan peran TNI dalam menjaga ideologi Pancasila dan NKRI. Sehingga dijadikan bahan pemikiran kritis kepada generasi penerus TNI untuk direnungkan dan dikaji secara holistik dan konfrehensif, agar TNI tetap menjadi alat negara yang mampu menjaga jati diri bangsa dari ancaman perang mindset pada era keterbukaan informasi saat ini.

“Dengan perjuangan dan kemanunggalan TNI dan seluruh rakyat Indonesia, sejarah mencatat bahwa Indonesia bisa melewati dan mengatasi semua ujian tersebut dengan baik dan sangat berhasil,” ungkap Menhan.

Menhan berharap, melalui Simposium ini dapat memberikan pemahaman yang lebih konfrehensif dan mendalam, dari berbagai aspek yang bisa dijadikan pedoman atau pegangan bagi semua pemangku kepentingan. Khususnya kepada generasi muda/generasi milenial dalam mewaspadai dan menghadapi bahaya dari ancaman perang mindset.

Kegiatan Simposium tersebut dihadiri oleh pejabat di lingkungan Kemhan dan Mabes TNI, perwakilan dari berbagai elemen masyarakat, Mahasiswa serta menghadirkan Keynote Speech Prof. Rohan Gunaratna, dan para Narasumber yaitu, Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc, M.BA, M.Phil, M.A. Dr. Anhar Gongong, Marsma TNI Dr. Sukmo Gunardi dan Dr. Gildas Deograt Lumy.  (ARMAN R)

Berita Terkait