Sabtu, 17 Agustus 2019 | 22:29:20 WIB

Danpasmar 2 Resmi Buka Latihan Pasukan Pendarat Korps Marinir TA 2019

Jum'at, 10 Mei 2019 | 19:25 WIB
Danpasmar 2 Resmi Buka Latihan Pasukan Pendarat Korps Marinir TA 2019

(FOTO : DISPENKORMAR/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komandan Pasmar 2 Brigjen TNI (Mar) Ipung Purwadi, M.M mewakili Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han), secara resmi membuka Latihan Pasukan Pendarat Korps Marinir Tahun Anggaran (TA) 2019, di Balai Prajurit Brigif 2 Marinir, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (10/5).

Pembukaan latihan tersebut ditandai dengan penyematan tanda peserta latihan kepada perwakilan Penyelenggara, Wasit dan Pengendali Latihan (Wasdal), Penilai dan Pelaku Latihan.

Dalam amanat tertulis yang dibacakan Komandan Pasmar (Danpasmar) 2, Dankormar mengatakan, dihadapkan dengan perkembangan lingkungan strategis dan era globalisasi yang sangat cepat dan dinamis serta adanya perubahan strategi dan taktik militer dimana dimensi perang saat ini tidak terbatas hanya pada wilayah Trimatra namun juga telah meluas pada panca matra, yaitu darat, laut, udara, aeorospace dan cyberspace.

Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya artificial intelligence, autonomous vehicles dan internet of thing, mendorong kemajuan teknologi persenjataan serta perubahan taktik dan strategi militer. Konsep perang konvensional telah berevolusi dan beradaptasi menjadi perang hibrida/ irregular warfare, hal ini harus direspon dengan peningkatan profesionalisme prajurit sesuai fungsi jabatannya yang didukung peningkatan pengetahuan dan modernisasi alutsista yang dimiliki Korps Marinir (Kormar).

“Tantangan dan tuntutan faktual tersebut menjadikan perhatian kita bersama, maka, perlu adanya peningkatan kemampuan bagi seluruh prajurit Korps Marinir untuk menjadi prajurit yang ekspedisioner dan multi-role, sehingga mampu untuk melaksanakan tugas yang dihadapi,” kata Dankormar.

Disampaikan pula, dengan diselenggarakannya Latihan Pasukan Pendarat Kormar, diharapkan akan mampu menjawab tantangan tugas tersebut melalui peningkatan profesionalisme prajurit Korps Marinir sebagai pasukan pendarat khususnya pada Proses Pengambilan Keputusan  Militer (PPKM) dalam penyusunan rencana pasukan pendarat, teknik dan taktis pasukan pendarat serta kerjasama antar kesenjataan pada saat perebutan tumpuan pantai dalam operasi amfibi guna  memberikan dukungan kesiapsiagaan operasional satuan yang lebih besar terhadap segala ancaman dan gangguan bagi keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Manfaatkan kesempatan latihan ini dengan sebaik-baiknya sekaligus untuk me-refresh kembali pengetahuan dan kemampuan, baik secara taktis dan teknis untuk mempertahankan jati diri Korps Marinir sebagai pasukan pendarat amfibi,” ujarnya. (ARMAN R)

 

Berita Terkait